Pencurian Water Meter Masih Terjadi, Perumdam Tirta Mangutama Pasang Pengaman Besi

0
3
Pencurian water meter
Salah satu titik pencurian water meter di Badung Selatan. (ist)

balibercerita.com
Perumda Air Minum (Perumdam) Tirta Mangutama terus melakukan upaya pengamanan terhadap water meter pelanggan menyusul masih terjadinya kasus pencurian di sejumlah wilayah. Selain mengganti seluruh water meter yang hilang, perusahaan daerah tersebut juga memasang pengaman berbahan besi pada ratusan unit water meter yang berada di luar pekarangan pelanggan.

Manajer Distribusi Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Ketut Gede Suryawan mengungkapkan, jumlah kasus kehilangan water meter hingga saat ini tercatat sebanyak 206 unit. Angka tersebut berasal dari 194 kasus yang telah tercatat sebelumnya ditambah 12 kasus baru yang terjadi pada Mei 2026.

“Data sebelumnya memang 194 kasus, namun pada bulan Mei ada penambahan lagi 12 kasus. Ini sebenarnya bukan prestasi, tetapi menunjukkan masih adanya pencurian water meter,” ujarnya.

Meski demikian, seluruh water meter yang dilaporkan hilang telah dipasang kembali oleh Perumda. Selain penggantian, pihaknya juga terus melakukan pemasangan pengaman pada water meter yang berada di luar pekarangan atau luar persil pelanggan.

Suryawan menjelaskan, hingga akhir Mei, pihaknya telah memasang pengaman pada 521 water meter. Proses pemasangan sempat mengalami kendala karena sebagian petugas harus menangani kebocoran jaringan pipa, terutama setelah distribusi air di kawasan Badung Selatan kembali mengalir secara optimal.

Baca Juga:   Bukan Sekadar Berwisata, Pria Asal Jepang Ini Setiap Tahun Datangi Pantai Kuta Untuk Bersihkan Sampah Kiriman

“Banyak pipa yang kembali mendapatkan aliran air mengalami kebocoran. Karena itu kami lebih fokus terlebih dahulu pada perbaikan kebocoran sebelum kembali melanjutkan pemasangan pengaman water meter,” katanya.

Program pemasangan pengaman tersebut masih terus berjalan. Berdasarkan data perumda, terdapat sekitar 2.000 water meter pelanggan yang posisinya berada di luar pekarangan. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.500 unit masih menjadi target pemasangan pengaman pada tahap berikutnya.

“Masih berproses. Dari sekitar 2.000 water meter yang berada di luar persil pelanggan, target kami masih sekitar 1.500 unit lagi untuk dipasang pengaman,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung, Wayan Suyasa mengatakan, pemasangan pengaman berbahan besi terbukti efektif mencegah pencurian. Menurutnya, seluruh water meter yang telah dipasangi pengaman hingga saat ini dalam kondisi aman. “Kami lakukan pengamanan dari besi dan itu tidak hilang. Semua aman, pemasangannya sudah ratusan,” ujarnya.

Baca Juga:   Di Kuta Selatan, Sampah Anorganik Bisa Ditukar Bahan Kebutuhan Pokok

Terkait pemindahan lokasi water meter ke dalam pekarangan pelanggan, Suyasa menyebut hal tersebut memungkinkan dilakukan apabila ada permintaan dari pelanggan. Namun proses pemindahan dikenakan biaya karena memerlukan pekerjaan teknis tambahan.

“Kalau pindah tergantung request dan itu memungkinkan. Namun ada biaya pemindahan. Di sisi lain, kalau berada di dalam pekarangan petugas akan lebih sulit melakukan pengecekan,” katanya.

Menurut Suyasa, sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat terkait kehilangan water meter yang telah dipasangi pengaman. Ia mengingatkan bahwa secara prinsip water meter merupakan aset yang menjadi tanggung jawab pelanggan.

Untuk menangani persoalan pencurian yang sempat terjadi secara masif, Perumda Tirta Mangutama juga telah melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala desa, camat, kepolisian, Koramil, pecalang, hingga anggota DPRD Badung. “Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua kepala desa, camat, kepolisian, Koramil, pecalang dan DPR. Kami sampaikan bahwa persoalan ini terjadi dan menjadi permasalahan bersama,” ujarnya.

Baca Juga:   Enam Skema Penerimaan Mahasiswa Baru Unud dari Jalur Mandiri, Ada Kelas Internasional

Suyasa menjelaskan bahwa berdasarkan aturan, kehilangan water meter sebenarnya menjadi tanggung jawab pelanggan dan penggantian tidak menjadi kewajiban Perumda. Namun karena kasus yang terjadi berlangsung secara masif pada akhir Desember hingga Januari, perumda mengambil langkah khusus agar pelayanan air kepada masyarakat tidak terganggu.

Di sisi lain, banyaknya water meter yang hilang menyebabkan kebocoran dan mengganggu pelayanan. “Karena kejadiannya sangat masif, kami melihat ini sebagai kerugian yang tidak disengaja. Karena itu kami melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk pengamanan dan pembiayaan untuk penggantian water meter,” jelasnya.

Ia juga berharap media dapat membantu mengedukasi masyarakat agar turut menjaga water meter yang terpasang di rumah masing-masing. Menurutnya, perlindungan terhadap aset utilitas seperti water meter perlu mendapat perhatian yang sama seperti aset layanan publik lainnya. “Karena pencuriannya masif dan terjadi di lahan pelanggan, maka kami tetap melakukan penanganan. Namun kami juga berharap masyarakat ikut menjaga water meter yang ada karena itu merupakan aset yang mendukung pelayanan air bersih,” pungkasnya. (BC5)