balibercerita.com –
Maha Semaya Warga Pande (MSWP) Provinsi Bali/Pusat menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) calon sulinggih warga Pande yang berlangsung di Basecamp MSWP Provinsi Bali/Pusat, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Sabtu (6/6). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan calon sulinggih agar memiliki dasar pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan spiritual sebelum menjalani proses aguron-guron hingga diksa.
Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh agama dan unsur terkait seperti Ida Sri Mpu Pande dari Griya Laplapan selaku Dharma Upapati, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Ketua PHDI Provinsi Bali, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gianyar, Ketua PHDI Kabupaten Gianyar, jajaran pengurus MSWP Provinsi Bali/Pusat bersama Sabha dan Pasikian, pengurus MSWP kabupaten/kota se-Bali, panitia, serta 49 peserta dari Bali dan luar Bali.
Diklat secara resmi dibuka Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali melalui prosesi simbolis menghunus keris. Simbol tersebut dimaknai sebagai pembuka jalan pengetahuan dan wawasan bagi para peserta dalam menempuh pendidikan kesulinggihan.
Pelatihan ini dijadwalkan berlangsung dalam 35 kali pertemuan dengan kegiatan belajar setiap Sabtu dan Minggu. Selama proses diklat, peserta akan menerima materi teori dan praktik sebagai fondasi utama dalam menjalani kehidupan kesulinggihan.
Ketua Bidang Agama MSWP Provinsi Bali/Pusat, Prof. Dr. I Made Surada, M.A. mengatakan bahwa diklat ini disusun sebagai pembinaan awal bagi calon sulinggih sebelum memasuki tahapan pendidikan yang lebih mendalam. “Melalui diklat ini diharapkan para calon sulinggih memiliki landasan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman yang memadai sehingga siap menjalani tahapan pembinaan berikutnya sesuai dengan tradisi dan nilai-nilai kesulinggihan warga Pande,” ujarnya.
Kegiatan pembukaan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. Setelah rangkaian seremoni selesai, seluruh peserta langsung mengikuti sesi pembelajaran perdana yang berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Penyelenggaraan diklat ini sekaligus menegaskan komitmen Maha Semaya Warga Pande dalam menjaga kesinambungan tradisi kesulinggihan serta meningkatkan kualitas sumber daya rohani di lingkungan warga Pande. Melalui program ini, diharapkan lahir sulinggih yang memiliki keseimbangan antara kedalaman spiritual, kapasitas keilmuan, dan semangat pengabdian kepada umat. (BC10)



















