Momentum HUT ke-68 Provinsi Bali, DPRD Soroti Isu Sampah hingga Pariwisata

0
12
HUT provinsi Bali
Dewa Made Mahayadnya. (ist)

balibercerita.com –
DPRD Provinsi Bali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh masyarakat, budayawan, hingga para seniman yang konsisten memberikan dukungan dalam menjaga kelestarian budaya dan jati diri Bali. Apresiasi tersebut disampaikan di tengah momentum peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali yang berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (14/8).

Pihak legislatif menilai keberlangsungan serta keteguhan budaya Bali hingga saat ini merupakan buah dari peran aktif berbagai lapisan masyarakat. “Kami atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan masyarakat Bali, tokoh-tokoh Bali, budayawan, seniman Bali yang sampai hari ini, kita di 68 tahun, masih tetap tegar bisa menjaga budaya Bali,” ujar Ketua DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya.

Baca Juga:   Polsek Denpasar Timur Ungkap Kasus Togel Online

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Dewa Jack itu juga menegaskan krusialnya sinergi antara pihak eksekutif dan legislatif dalam menjalankan roda pemerintahan, termasuk pada proses penyusunan berbagai regulasi daerah. Guna menjalankan fungsi legislatif secara optimal, sebanyak 55 anggota DPRD Bali terus membangun komunikasi dan kerja sama yang solid. Setiap peraturan daerah (perda) yang diterbitkan selalu disusun secara terbuka dengan menggandeng pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga masyarakat pemerhati.

“Seluruh peraturan daerah yang kami keluarkan atas dasar kerja sama, baik itu eksekutif, legislatif, maupun perguruan tinggi dan masyarakat pemerhati yang memberikan dukungan penuh,” katanya.

Baca Juga:   Enam Dekade Kiprah PT Angkasa Pura I

Selain masalah regulasi dan kebudayaan, DPRD Bali menaruh perhatian sangat serius terhadap sektor pariwisata yang mendominasi tulang punggung perekonomian daerah. Kontribusi sektor ini dinilai begitu vital terhadap pendapatan daerah sekaligus kesejahteraan ekonomi warga.

“Bali sebagai daerah pariwisata, yang 64 persen pendapatan kita dari pariwisata, dukungan pariwisata juga terhadap ekonomi masyarakat luar biasa. Ini juga menjadi perhatian yang sangat serius antara eksekutif dengan legislatif,” ujarnya.

Sebagai penutup, isu kelestarian lingkungan dan pengelolaan sampah turut menjadi sorotan utama yang tidak kalah penting. DPRD Bali menilai keberlanjutan lingkungan hidup berdampak langsung pada ketersediaan sumber air bersih yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat maupun industri pariwisata.

Baca Juga:   Nataru, Arus Lalin Jalan Tol Bali Mandara Diperkirakan Naik 35,89 Persen

Oleh karena itu, penyelesaian persoalan sampah didorong agar dapat dieksekusi secara cepat melalui kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin mengimbau masyarakat dan pimpinan daerah kabupaten/kota juga segera dan terus mendukung program kami di provinsi untuk menyelesaikan baik itu sampah maupun juga lingkungan yang kita miliki untuk tetap kita jaga,” tegasnya. (BC18)