
balibercerita.com –
Wakil Ketua IV DPRD Badung, Made Sunarta bersama anggota DPRD Badung, Made Sada dan Putu Rai Wirata menghadiri upacara Hari Jadi Provinsi Bali ke-68 yang dilaksanakan di Lapangan Puspem Mangupraja Mandala pada Jumat (14/8). Mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali, peringatan tersebut menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga Bali.
Made Sunarta mengatakan, Hari Jadi Provinsi Bali bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi ruang untuk melihat kembali capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melanjutkan pembangunan Bali. “Hari Jadi Provinsi Bali menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat membangun Bali. Tema Suci Lascarya, Nusa Wijaya mengingatkan kita bahwa pembangunan harus dilandasi ketulusan dan pengabdian untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, semangat tersebut penting untuk terus dijaga melalui sinergi antara pemerintah daerah, lembaga legislatif, desa, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi menjadi bagian penting agar pembangunan tidak hanya menghasilkan kemajuan secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan langsung masyarakat.
Momentum Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen terhadap visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni membangun Bali yang harmonis, sejahtera dan berkelanjutan menuju Bali Era Baru. Sunarta menegaskan, pembangunan Bali ke depan perlu tetap berpijak pada keseimbangan antara kemajuan, kelestarian alam, budaya, serta kesejahteraan masyarakat.
“Hari Jadi Provinsi Bali menjadi momentum untuk melakukan refleksi sekaligus memperkuat komitmen bersama. Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kita ingin pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga menjaga alam, budaya dan kesejahteraan masyarakat menuju Bali Era Baru,” tegasnya.
Ia berharap semangat Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali dapat terus diterjemahkan dalam kerja nyata, terutama melalui penguatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya dan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan semangat Suci Lascarya, Nusa Wijaya, peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-68 diharapkan menjadi pengingat bahwa kejayaan Bali dibangun melalui ketulusan, kebersamaan dan pengabdian seluruh elemen masyarakat.
Dalam upacara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan Lomba Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Berprestasi Tingkat Kabupaten Badung, Evaluasi Perkembangan Desa, serta Lomba Desa Tingkat Kabupaten Badung Tahun 2026. Penghargaan LPM Berprestasi serta Evaluasi Perkembangan Desa dan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Badung Tahun 2026 dinilai menjadi bentuk apresiasi terhadap desa dan lembaga masyarakat yang aktif mengambil peran dalam pembangunan.
Penghargaan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar pemberdayaan masyarakat di tingkat desa terus diperkuat. Desa dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu ujung tombak dalam menghadirkan pelayanan sekaligus menggerakkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (adv)

















