Dampak Konflik Thailand-Kamboja, Bali Jadi Alternatif Aman Wisatawan

0
227
Thailand-Kamboja
I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya. (ist)

Denpasar, balibercerita.com –
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Tenggara, Bali justru menunjukkan posisi strategis sebagai destinasi wisata global yang stabil dan aman. Konflik antara Thailand dan Kamboja dinilai turut memicu pergeseran arus wisatawan mancanegara ke destinasi-destinasi alternatif, salah satunya Pulau Bali.

Wakil Ketua PHRI Bali, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya mengungkapkan bahwa Bali mulai merasakan dampak tidak langsung dari dinamika regional tersebut. Beberapa wisatawan yang semula menjadwalkan liburan ke Thailand kini beralih ke Bali, yang dinilai lebih kondusif dari sisi keamanan dan infrastruktur pariwisata.

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Sapu 70 Penghargaan di ENSIA 2025

“Kami melihat ada peningkatan kunjungan, diperkirakan naik 10 hingga 15 persen. Meskipun belum ada data resmi, namun tren ini menguatkan posisi Bali sebagai destinasi pilihan di tengah ketidakpastian global,” ujarnya.

Di tengah instabilitas politik di beberapa negara, pariwisata global semakin sensitif terhadap isu keamanan. Bali, dengan reputasi internasional yang kuat, dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam menarik wisatawan dari berbagai belahan dunia, termasuk Eropa, Timur Tengah, hingga Amerika.

Baca Juga:   Unud Gelar Expo PMB 2025, Perkenalkan Skema Masuk Baru dan Kelas Internasional

“Bali dan Thailand punya kekuatan branding internasional. Saat salah satu negara menghadapi krisis, otomatis negara lain yang relatif stabil akan menjadi pilihan utama,” jelasnya.

Lonjakan wisatawan ini dipandang sebagai peluang ekonomi bagi Bali, yang lebih dari 60 persen ekonominya ditopang sektor pariwisata. Agung Rai menegaskan, kesiapan infrastruktur akomodasi menjadi modal utama dalam merespons lonjakan tersebut. Saat ini, dengan lebih dari 160.000 kamar hotel tersedia, industri perhotelan Bali tetap dalam posisi siaga namun optimis.

Dengan tingkat hunian diproyeksikan mencapai 75-85 persen pada Agustus, Bali ditegaskan masih memiliki kapasitas cadangan yang cukup dan sangat kompetitif secara global. Ia juga menekankan pentingnya Bali terus menjaga reputasi sebagai destinasi aman dan berkualitas di tengah dinamika global yang tak menentu.

Baca Juga:   Kutuh Bangun Kembali Palinggih Dang Hyang Nirartha Usai Alami Musibah Kebakaran

Selain sebagai tempat liburan, Bali kini berperan sebagai jangkar ekonomi yang menjaga stabilitas pendapatan daerah dan nasional. “Stabilitas ekonomi Bali sangat bergantung pada pariwisata. Maka menjaga kualitas layanan dan keamanan menjadi prioritas untuk tetap relevan di pasar global,” tutupnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini