Bangli, balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Bangli memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-49 dengan tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045”. Acara ini dirangkai dengan seminar anak yang mengusung tema “Literasi Digital Internet Sehat Menuju Anak Cerdas”, di gedung Bhukti Mukti Bhakti, kantor Bupati Bangli, Rabu (30/7).
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, menekankan pentingnya peran anak sebagai amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Setiap anak berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
Ia juga menegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mengingatkan semua pihak bahwa anak-anak adalah aset yang harus dijaga, dibimbing, dan dilindungi. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, ia menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak dalam dunia digital.
“Internet telah menjadi bagian dari keseharian mereka, sebagai sumber belajar, hiburan, hingga interaksi sosial. Oleh karena itu, seminar Literasi Digital Internet Sehat Menuju Anak Cerdas diadakan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak tentang hak dan kewajiban mereka di ruang digital serta melindungi diri dari dampak negatif internet,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bangli telah menunjukkan komitmennya dalam pemenuhan hak-hak anak dengan meraih apresiasi sebagai Kabupaten Layak Anak. Sedana Arta berjanji akan terus meningkatkan upaya ini agar hak anak di Kabupaten Bangli dapat dipenuhi secara optimal.
Luh Gede Yastini, narasumber dari Komite Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali, turut mengedukasi peserta seminar tentang pentingnya literasi digital dalam era informasi yang semakin berkembang. Ia menekankan bahwa pemahaman akan teknologi dan penggunaan internet yang sehat adalah bekal penting bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang cerah.
Melalui seminar ini, diharapkan literasi digital anak-anak Bangli semakin kuat, sehingga mereka mampu menjadi pengguna teknologi yang bijak, berpikir kritis, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, anak-anak Bangli dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang sehat, aman, dan ramah anak. (BC13)


















