Dihantam Tantangan Sepanjang Tahun, Nusa Dua Bidik Penutup Tahun yang Manis

0
103
Nusa Dua
Made Agus Dwiatmika. (ist)

balibercerita.com –
Tahun 2025 menjadi periode yang cukup menantang bagi kawasan The Nusa Dua. Sepanjang tahun ini, kawasan tidak menerima kegiatan MICE berskala VVIP, ditambah tekanan cuaca ekstrem, isu sampah, serta kemacetan. Meski demikian, manajemen tetap mencatat kinerja okupansi yang positif dan mampu melampaui rata-rata okupansi Januari–November 2024–2025.

Secara keseluruhan, terdapat koreksi penurunan sebesar 4 persen pada okupansi November 2025 dibandingkan November 2024, dari 74 persen menjadi sekitar 70 persen. Kendati demikian, kondisi tersebut masih dianggap tertangani dengan baik karena okupansi kumulatif Januari–November 2025 tetap mencapai 77,5 persen, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu.

General Manager The Nusa Dua, Made Agus Dwiatmika menyampaikan bahwa pihaknya siap menyambut libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Posko Nataru telah didirikan sejak 24 Desember hingga 2 Januari, dan seluruh tenant telah bersiap dengan peningkatan layanan. Target kunjungan ke The Nusa Dua tahun ini mencapai 3,4 juta pengunjung. Sementara itu, okupansi Januari–November berada pada angka 77,5 persen, dan diharapkan meningkat menjadi 83–84 persen hingga akhir Desember.

Baca Juga:   Musical Firework GWK Countdown 2023 Hadirkan SO7, Ungu dan Kahitna

Agus menegaskan bahwa meski berbagai isu mengenai banjir, kemacetan, dan sampah ramai diberitakan, kunjungan wisatawan ke Bali masih relatif tinggi. Pada Desember ini, tingkat hunian hotel di kawasan The Nusa Dua masih menyentuh 80 persen. Bila tren positif berlanjut hingga dua pekan ke depan, target 84 persen dinilai masih realistis.

“Biasanya keputusan wisatawan untuk berlibur mendekati pergantian tahun diambil menjelang hari-H. Semoga target bisa tercapai karena ini erat kaitannya dengan isu yang berkembang. Kami berharap cuaca membaik sehingga persepsi wisatawan, khususnya mancanegara juga ikut membaik,” ujarnya.

Koreksi okupansi pada November dinilai tak terlepas dari cuaca ekstrem dan banjir yang terjadi di beberapa wilayah Bali. Meski dampaknya tidak signifikan, manajemen tetap mencatat adanya penurunan sekitar 4 persen dibanding tahun lalu yang yaitu dari 74 persen menjadi 70 persen. Wisatawan mancanegara masih mendominasi dengan kontribusi sekitar 70 persen.

Baca Juga:   7.583 Pelari Semarakkan Korpri Fun Night Run 2025 di The Mandalika: Sportstainment yang Hidupkan Malam

Secara kecenderungan, wisatawan mancanegara yang menjadi tantangan karena mereka berwisata sudah berencana sejak jauh hari karena menyangkut perjalanan, sementara wisatawan domestik dikenal lebih last minute dalam memutuskan perjalanan karena jarak tempuh lebih singkat dan lebih update akan situasi. Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan pembatalan bookingan.

“Wisatawan yang datang ke Nusa Dua umumnya dapat memprediksi rencananya. Pemerintah juga sangat responsif, dan kami terus mengingatkan tenant agar menginformasikan kondisi cuaca kepada para tamu,” katanya.

Terkait perbandingan dengan destinasi lain seperti Thailand yang belakangan ini viral, ia menyebut secara statistik pihaknya belum dapat menyimpulkan perbandingan tersebut. Namun secara fisik memang terlihat Bandara Suvarnabhumi cenderung lebih padat dibanding Bandara Ngurah Rai. Hal itu mungkin berkaitan dengan persepsi wisatawan terhadap isu sampah dan banjir yang belakangan mengemuka di Bali.

Baca Juga:   Semarak Pandawa, Ajang Promosi dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal Kutuh

Meski demikian, The Nusa Dua tetap optimis karena memiliki basis wisatawan yang kerap berkunjung berulang dan memahami kondisi Bali secara lebih rinci. Bali merupakan destinasi yang masih favorit di mata wisatawan.

Untuk menyambut Tahun Baru, The Nusa Dua tidak mengadakan acara khusus sebagai bentuk empati terhadap situasi bencana di beberapa daerah. Meski begitu, para tenant tetap menyelenggarakan acara untuk menghibur tamu yang menginap.

“Tenant tetap kami dukung karena acara tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada wisatawan. Pengunjung dari luar hotel juga tetap dapat menikmati gala dinner atau perayaan Tahun Baru di hotel-hotel kawasan,” jelasnya.

Untuk pertunjukan kembang api, pihaknya tidak melarang hal itu selama dilakukan setelah mendapatkan izin dan rekomendasi dari pihak berwenang. Berbagai promosi dan kesiapan tenant menjadi bentuk konfirmasi bahwa kawasan The Nusa Dua tetap aman, nyaman, dan kondusif untuk dikunjungi. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini