Topang PAD, Pemkab Buleleng Gali Sektor Pertanian

0
12
PAD
Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra beserta Forkopimda mengikuti peringatan Hari Otonomi Daerah secara daring, di ruang rapat kantor Bupati Buleleng, Senin (25/4). (ist)

Singaraja, balibercerita.com –

Kabupaten Buleleng dikenal dengan potensi pertanian yang cukup besar. Ini menjadi fokus pemerintah kabupaten untuk dapat menopang pendapatan asli daerah (PAD).

Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra usai mengikuti kegiatan peringatan Hari Otonomi Daerah secara daring, di ruang rapat kantor Bupati Buleleng, Senin (25/4), mengatakan dengan adanya otonomi, daerah diberikan kewenangan untuk menggali potensi PAD sebagai upaya peningkatan perekonomian. “Untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Dengan adanya pembangunan berarti ada kegiatan perekonomian yang melibatkan masyarakat sehingga kesejahteraannya meningkat,” ujarnya.

Baca Juga:   Dies Natalis Ke-60 Unud Ingin Pecahkan Rekor Muri Donor Darah

Sutjidra menambahkan, kini pihaknya tengah fokus untuk menggali potensi dari sektor pertanian. Karena sektor pariwisata masih terganggu akibat pandemi Covid-19. “Karena situasi sekarang memang potensinya lebih kecil dari bidang pertanian. Sehingga pertanian akan lebih diintensifkan guna menopang PAD di Buleleng,” imbuh Sutjidra.

Sementara itu, dalam arahan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Mendagri Suhajar Diantoro, disampaikan bahwa secara filosofis tujuan otonomi daerah adalah mencapai kemandirian fiscal dengan mendelegasikan sebagian kewenangan urusan kepemerintahan kepada masing-masing daerah. “Sejatinya dengan menggali semua potensi sumber daya yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan,”ungkapnya.

Baca Juga:   Terus Bertambah, Penerbangan Rute Internasional di Bandara Ngurah Rai

Lanjut Sekjen Suhajar Diantoro, setelah 26 tahun berlalu otonomi daerah telah memberikan dampak positif. Dibuktikan dengan adanya percepatan pembangunan yang diimbangi peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya PAD, dan kemampuan fiskal daerah. Namun data juga menunjukkan filosofi dari otonomi daerah yang belum berjalan optimal.

Baca Juga:   Garuda Indonesia Akan Angkut Wisatawan Jepang ke Bali

Berdasarkan data dari Dirjen Keuangan Daerah, masih ada beberapa daerah yang menggantungkan keuangannya dari pemerintah pusat melalui transfer ke daerah dan dana desa. “Kami mengimbau kepada daerah yang PAD-nya masih rendah agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali potensi yang dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan PAD melebihi TKDD,” tutupnya. (BC20)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini