The Blooms Garden Kembali Gelar Festival Gebogan dan Kecak

0
450
The Blooms Garden
Festival gebogan di The Blooms Garden. (ist)

Tabanan, balibercerita.com –
Festival gebogan dan kecak kembali digelar di The Blooms Garden, Banjar Batusesa, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Festival yang ketiga kalinya ini pun juga digelar di Ulun Danu Beratan. Hal ini dilaksanakan selain untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya.

Accounting The Blooms Garden, Luh Putu Rika Febriyanti mengatakan, festival gebogan dan kecak ini telah dibuka sejak 10 Juli 2025 dan akan ditutup nantinya pada 9 Agustus 2025. Festival ini tidak hanya dilaksanakan pada area The Blooms Garden, melainkan di Ulun Danu Beratan atau kawasan Danau Beratan.

Baca Juga:   Prost Fest Obati Dahaga Penggemar Musik Tanah Air

“Untuk di The Blooms Garden festival kni digelar dari hari Kamis sampai Minggu. Sementara di Danau Beratan digelar setiap Senin sampai Rabu,” ujar Rika, Sabtu (12/7).

Disebutkan, festival ini telah dilaksanakan sejak 3 tahun terakhir. Pelaksanaannya memilih waktu libur sekolah, yakni pada Juli-Agustus. Dalam festival ketiga ini nantinya akan digelar penutupan di Ulun Danu Beratan.

Dalam festival gebogan, peserta yang dilibatkan yaitu PKK Banjar Batusesa. Bahkan pembuatan gebogan sendiri pun langsung dilaksanakan di area The Blooms Garden. Sementara, penari kecak merupakan anggota Sanggar Ulun Danu Beratan.

Baca Juga:   Bupati Badung Tutup Lomba Jegeg Bungan Desa 2026, Soroti Peran Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

“Gebogan ini dipilih, yang pertama, seperti yang kita ketahui untuk meningkatkan budaya Bali. Kedua, tentunya untuk menarik kunjungan khususnya di The Blooms Garden,” ungkapnya.

Namun di balik hal tersebut, Rika mengakui bahwa festival ini juga sebagai ajang untuk melestarikan budaya di Bali. “Kegiatan ini cocok untuk dilaksanakan di The Blooms Garden selain untuk meningkatkan kunjungan, juga untuk melestarikan budaya, terutama juga untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing,” paparnya.

Baca Juga:   Wilio Ajak Monez dan Dua Anak Bertalenta Berkolaborasi di Gerai Wilio Living World Denpasar

Terbukti dari pelaksanaan festival, peningkatan kunjungan wisatawan secara keseluruhan mencapai 30-40 persen. Dari kunjungan wisatawan lokal yang mencapai 100 orang per hari menjadi sekitar 200-300 per hari di hari libur sekolah.

“Kalau di hari libur ini kebanyakan grup dan asing juga lumayan ada peningkatan. Di dekat-dekat bulan ini wisatawan asing India yang terbanyak. Kalau Indonesia ada Surabaya, Jakarta, dan juga Malang yang mendominasi,” pungkasnya. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini