Tanjakan Goa Gong Rawan Kecelakaan, Badung Targetkan Jalur Alternatif Mulai Dibangun 2026

0
156
Jalan Goa Gong
Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Gus Bota. (ist)

balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Badung menargetkan pembangunan jalur alternatif menuju Jalan Goa Gong, Jimbaran, bisa mulai digarap paling cepat pada tahun 2026. Jalur baru ini disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas sekaligus mengurangi risiko kecelakaan yang selama ini kerap terjadi akibat kontur tanjakan Goa Gong yang terkenal curam.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa percepatan pembangunan jalur ini kini menjadi fokus pemerintah daerah. Kepastian itu ia sampaikan setelah meninjau langsung kondisi lapangan yang kerap memicu insiden, terutama bagi kendaraan bermuatan berat yang kesulitan menanjak.

“Tanjakan di Goa Gong ini memang cukup curam. Kendaraan berat sering tidak kuat menanjak dan akhirnya terjadi kecelakaan. Karena itu, saya ingin paling cepat tahun 2026 jalur alternatif ini sudah mulai kita dorong,” ujar Adi Arnawa, Minggu (16/11).

Baca Juga:   Balai Banjar Jadi Sekolah Kecil Penuh Semangat di Jimbaran

Menurutnya, jalur alternatif tersebut nantinya akan membuka akses mulai dari kawasan Universitas Udayana, menyambung ke area perumahan di selatan, lalu berakhir di Goa Gong hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK). Dengan rute baru ini, arus kendaraan dari Denpasar dan Ungasan tidak harus lagi melewati Jalan Raya Uluwatu atau Simpang Nirmala Ungasan yang selama ini menjadi titik kemacetan.

“Kalau jalur ini terwujud, masyarakat dari Denpasar atau Ungasan tidak perlu lewat jalur utama. Bisa langsung memotong ke Goa Gong. Secara otomatis akan mengurangi beban di Jalan Raya Uluwatu,” jelasnya.

Baca Juga:   Badung Tumbang Lawan Denpasar di Futsal Porprov XVI 2025

Bupati asal Pecatu itu juga menyampaikan bahwa Pemkab Badung telah berkomunikasi dengan pihak manajemen GWK, mengingat sebagian lahan yang akan dilalui proyek merupakan aset kawasan tersebut. “Kami sudah komunikasi dengan pihak GWK dan mereka pada prinsipnya mendukung. Kalau GWK ikut membantu memberikan akses, itu akan sangat bagus,” katanya.

Tak hanya jalur alternatif Goa Gong, Pemkab Badung terus mendorong realisasi Jalan Lingkar Barat, yang akan menjadi koridor pendukung untuk mengurai kemacetan di Kuta Selatan. Sinergi kedua proyek ini disebut akan memperbaiki pola mobilitas di kawasan selatan Badung.

Baca Juga:   Perkuat Layanan Bantuan Hukum Desa, Pemkab Tabanan Sosialisasikan Peran Posbankum dan Paralegal di Baturiti

Adi Arnawa optimistis, dengan dukungan semua pihak, rencana jalur alternatif Goa Gong dapat masuk tahap perencanaan teknis pada 2026. Langkah percepatan ini diharapkan mampu menjawab persoalan kemacetan dan kecelakaan, sekaligus membuka konektivitas baru bagi masyarakat maupun wisatawan di kawasan selatan Bali.

“Kami mencari berbagai alternatif untuk mengatasi kemacetan dan mengurangi beban lalu lintas menuju Goa Gong. Selain jalur baru, Jalan Lingkar Barat juga kami dorong. Jika keduanya berjalan, kondisi lalu lintas akan jauh lebih terurai daripada sekarang,” tegasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini