Bus Listrik Publik Pertama di Bali Beroperasi di Nusa Dua

0
163
Bus listrik
Bus listrik yang beroperasi di Nusa Dua. (BC5)

balibercerita.com –
Pengoperasian bus listrik sebagai transportasi publik di Kawasan The Nusa Dua resmi menjadi yang pertama kalinya di Bali, menandai langkah penting menuju sistem mobilitas rendah emisi di Pulau Dewata. Sebelum resmi beroperasi di kawasan, bus listrik ini telah melalui uji coba selama dua bulan pada koridor 6 Trans Metro Dewata dengan rute Central Parkir Nusa Dua – Central Parkir Kuta.

Hasilnya cukup signifikan, konsumsi energi lebih hemat 30 persen, sekaligus mencatat penurunan emisi hingga 30 persen dibandingkan bus konvensional. Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Kadek Mudarta menyebut hadirnya bus listrik publik ini sebagai momentum penting bagi Bali yang tengah mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

“Sebagai kawasan menuju green, Bali sudah menunjukkan langkah nyata, dan ini salah satu wujudnya. Harapannya, model seperti ini bisa diterapkan juga di tempat lain,” ujar Mudarta.

Baca Juga:   The Forum Bali, Sajikan Menu Crispy Duck Recommended dan Musik Akustik Tiap Hari 

Ia menekankan bahwa konsep transportasi berkelanjutan harus dilihat dari tiga aspek. Aspek lingkungan yaitu mengurangi polusi dan emisi, aspek ekonomi yaitu moda harus efisien dan berkelanjutan secara pembiayaan. Aspek sosial yaitu masyarakat harus mendapatkan manfaat nyata dari layanan ini.

“Bus listrik yang benar-benar beroperasi sebagai transportasi publik di Bali memang belum ada. Jadi, ini adalah awal yang baik,” tambahnya.

Direktur Utama Kalista Group, Albert Aulia Ilyas menegaskan bahwa percepatan penetrasi transportasi listrik adalah kunci menuju masa depan mobilitas Bali. “Kami mendorong Bali menjadi wilayah yang bebas emisi, bebas polusi, dan ke depannya bisa mengurangi kemacetan melalui penggunaan angkutan publik elektrik,” tegasnya.

Uji coba bus listrik ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam mendukung program dekarbonisasi di destinasi pariwisata unggulan nasional. General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika (Apong) menjelaskan bahwa empat unit bus listrik akan disiapkan dan dioperasikan bertahap.

Baca Juga:   Puluhan Autogate di Bandara Ngurah Rai Resmi Beroperasi, Pemeriksaan Keimigrasian Kini Makin Cepat 

“Untuk tahap awal, satu unit sudah mulai diuji di lapangan. Kehadiran bus listrik ini adalah langkah awal menuju sistem transportasi kawasan yang lebih hijau dan modern,” jelasnya.

Selama uji coba, bus listrik ini melayani kegiatan kawasan (wisuda, event, dan agenda reguler), layanan tenant, serta mobilitas wisatawan dalam kawasan. Rute reguler masih disesuaikan untuk memastikan kenyamanan dan efisiensi. Bus listrik berkapasitas 14 penumpang ini dipilih karena ukurannya ideal untuk bermanuver ke area tenant yang jalurnya lebih sempit. Unit akan melayani sekitar 5 trip harian sesuai kebutuhan kawasan.

Baca Juga:   Ketua DPRD Badung Buka Lomba Ceki di Banjar Pesalakan Tuban

Dalam operasionalnya, bus telah terintegrasi dengan internet of things (IoT) sehingga pengelola bisa memantau kecepatan, pergerakan, serta rute secara real-time. Informasi jadwal keberangkatan juga nantinya tersedia di hotel-hotel yang bekerja sama.

ITDC memastikan hadirnya bus listrik tidak akan mengganggu transportasi umum lain yang telah ada. Bus listrik ini bukan hanya inovasi transportasi, tetapi juga bagian dari komitmen kolektif mewujudkan kawasan yang benar-benar rendah emisi. The Nusa Dua ingin menunjukkan diri sebagai destinasi hijau berkelas dunia, modern, nyaman, sekaligus berkomitmen pada pelestarian lingkungan.

“Ke depan, jumlah armada akan ditambah sesuai respons tenant dan kebutuhan wisatawan. Unit yang kita pesan diperkirakan tiba pada Maret usai proses produksi, sekarang ini kita masih pinjam,” imbuhnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini