Berawal dari Mimpi Jual Buku Murah, Big Bad Wolf Kini Keliling Dunia Sebarkan Demam Membaca

0
10
Big Bad Wolf Books
Seorang pengunjung saat melihat buku-buku di BBW. (BC5)

balibercerita.com –
Di tengah gempuran era digital dan kebiasaan scroll media sosial yang kian mendominasi, sebuah gerakan literasi dari Malaysia justru sukses membuat jutaan orang kembali jatuh cinta pada buku. Namanya Big Bad Wolf Books, bazar buku raksasa yang kini dikenal sebagai salah satu book sale terbesar di dunia.

Siapa sangka, gerakan membaca mendunia ini berawal dari mimpi sederhana dua pendiri BookXcess, Andrew Yap dan Jacqueline Ng pada tahun 2009. Mereka ingin satu hal sederhana terjadi: semua orang bisa membeli dan membaca buku tanpa harus terbebani harga mahal.

Baca Juga:   Uniqlo Hadirkan The Roger Federer Collection

Big Bad Wolf Books kini telah berkeliling lebih dari 50 kota di 17 negara. Mulai dari Indonesia, Singapura, Thailand, Korea Selatan, Pakistan hingga Uni Emirat Arab, Tanzania, Kenya, Mesir dan Arab Saudi pernah menjadi “sarang serigala buku” yang diserbu pemburu bacaan.

Bukan tanpa alasan bazar ini selalu dipadati pengunjung. Big Bad Wolf menawarkan diskon fantastis hingga 95 persen untuk ribuan judul buku dari berbagai genre. Pengunjung bisa menemukan novel best seller, buku anak, komik, bisnis, pengembangan diri hingga buku edukasi dengan harga yang jauh lebih murah dibanding biasanya.

Baca Juga:   Tekankan Penyatuan Siwa-Durga, Yoga Tertawa Bali Gelar Renungan dan Doa untuk Bali Harmoni

Namun di balik lautan buku dan antrean panjang pengunjung, Big Bad Wolf membawa misi yang lebih besar dari sekadar berjualan. Mereka ingin membangun budaya membaca dan melahirkan generasi baru pecinta buku di seluruh dunia. Sebab bagi Big Bad Wolf, membaca bukan hanya kebiasaan, melainkan jendela untuk melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Buku diyakini mampu menyalakan mimpi, membuka wawasan, hingga memberdayakan seseorang dengan pengetahuan yang mungkin tidak pernah mereka temukan sebelumnya. Oleh karena itu, Big Bad Wolf terus bergerak dari satu negara ke negara lain tanpa rencana berhenti. Mereka percaya literasi harus bisa diakses semua orang, bukan hanya mereka yang mampu membeli buku mahal.

Baca Juga:   Lagu Megaleng Rindu Sempat Trending Rating 2 Chart Nasional

Dari sebuah gagasan kecil di Malaysia, Big Bad Wolf kini berubah menjadi gerakan literasi global yang membuktikan buku masih punya kekuatan untuk menyatukan, menginspirasi, dan mengubah hidup banyak orang. (BC5)