
balibercerita.com –
Ketua DPRD Kabupaten Badung, I Gusti Anom Gumanti menghadiri Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 yang digelar SMP Negeri 1 Kuta pada Sabtu (16/5). Kegiatan yang berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait mekanisme dan ketentuan penerimaan siswa baru.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, kepala lingkungan setempat, pihak sekolah, komite, serta para orang tua siswa. Kehadiran berbagai unsur itu mencerminkan dukungan bersama terhadap terciptanya sistem pendidikan yang transparan, tertib, dan berkeadilan.
Kehadiran Ketua DPRD Badung dalam forum sosialisasi tersebut sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan pendidikan, khususnya pada proses penerimaan peserta didik baru agar berjalan objektif dan sesuai regulasi yang berlaku. Selain menjadi bagian dari persiapan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai jalur penerimaan serta ketentuan pelaksanaan SPMB.
Dalam kesempatan itu, I Gusti Anom Gumanti menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga menyangkut keadilan akses dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang dijalankan pemerintah. “SPMB harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan yang layak. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas sehingga proses penerimaan murid baru dapat berjalan dengan baik dan tanpa menimbulkan keresahan,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan. Karena itu, sosialisasi tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif, tetapi juga langkah membangun komunikasi yang sehat antara sekolah dan masyarakat.
“Sekolah memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang profesional dan humanis. Ketika masyarakat memahami mekanisme yang ada, maka kepercayaan terhadap institusi pendidikan juga akan tumbuh semakin kuat,” katanya.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan dialogis. Para peserta yang terdiri dari unsur sekolah, komite, orang tua siswa, hingga tokoh masyarakat tampak mengikuti pemaparan mengenai sistem penerimaan murid baru dengan antusias.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat, pelaksanaan SPMB diharapkan tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga mampu menghadirkan sistem pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, serta berorientasi pada pemerataan kesempatan belajar bagi generasi muda di Kabupaten Badung. (adv)

















