Tekankan Penyatuan Siwa-Durga, Yoga Tertawa Bali Gelar Renungan dan Doa untuk Bali Harmoni

0
74
Yoga Tertawa
Yoga Tertawa Bali menggelar "Renungan, Meditasi, dan Doa Bersama untuk Bali Harmoni", Jumat (20/3), di Lapangan Niti Mandala Renon. (ist)

balibercerita.com –
Mengawali Tahun Caka 1948, keluarga besar Bali Happy Movement, Yoga Tertawa Bali, menggelar acara “Renungan, Meditasi, dan Doa Bersama untuk Bali Harmoni” yang berlangsung pada hari Ngembak Geni, Jumat (20/3), di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar. Acara yang diikuti lebih dari 1.600 peserta yoga tertawa di seluruh Bali ini menghadirkan 5 guru spiritual.

Para guru spiritual dimaksud yakni Ida Dukuh Celagi, Jro Dalang Cenk Blonk, Doktor Komang Gases, Dokter Wayan Mustika, dan Kadek Siwa Ambara. Kelima guru ini memberikan renungan dan pencerahan dalam upaya mewujudkan harmoni Bali, yang harus dimulai dengan menciptakan keharmonisan pada diri sendiri.

Baca Juga:   Pentingnya Membuat Purana atau Riwayat Pura

Penekun spiritual Bali Modern sekaligus Founder Yoga Tertawa Bali, Sri Aji Adiguru Siwa Ambara mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan keluarga besar Yoga Tertawa Bali sebagai momentum refleksi diri dan penyelarasan energi spiritual menuju keharmonisan dan kebahagiaan sejati.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Aji Adiguru Siwa Ambara menekankan pentingnya kembali menyatukan dua kekuatan utama dalam kehidupan, yakni kekuatan Tuhan sebagai ibu semesta dan Tuhan sebagai ayah semesta, yang dalam ajaran spiritual Bali dikenal sebagai Siwa dan Durga.

Baca Juga:   Smart Stay di Legian, Solusi Liburan di Bali yang Simpel dan Bernilai

“Keterpisahan inilah sering memicu ketidakharmonisan, terutama dalam keluarga. Maka yang ingin tiang ingatkan bahwa kita wajib memuja 2 unsur yaitu I Meme sebagai pertiwi, I Bapa sebagai akasa. Dalam ajaran dewa di deweke yang kita terapkan, ibu adalah Durga dan ayah adalah Siwa, ” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta Yoga Tertawa untuk mengamalkan ajaran “Dewa di Deweke” atau menyadari keberadaan unsur ketuhanan dalam diri sendiri dan sesama. Menurutnya, kesadaran ini akan menciptakan keharmonisan yang berdampak pada kebahagiaan, kesehatan, hingga kesejahteraan. “Maka siapa saja yang melantunkan mantram Om Siwa Durga Ya Namah, itu energi keharmonisan akan mengalir secara otomatis,” katanya.

Baca Juga:   Pura Kereban Langit, Dikenal Sejak Zaman Kerajaan Bedahulu, Tempat Memohon Keturunan

Siwa Ambara menambahkan, dalam mewujudkan keharmonisan di keluarga, suami istri harus saling menerima, harus saling mengisi. Ketika suami istri harmonis, 7 leluhur ke atas akan terbebaskan dari karma dan dosa. Ketika suami istri harmonis, 7 keturunan ke bawah akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidupnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta Yoga Tertawa Bali khususnya, dan masyarakat Bali umumnya, dapat terus menjaga keharmonisan, baik dalam keluarga maupun kehidupan sosial, sebagai fondasi utama menuju Bali yang damai dan sejahtera. (BC18)