Suhu di Bali Capai 34 Derajat Celcius, Ini Penyebabnya

0
165
Suhu
Suasana siang hari di Jalan Tol Bali Mandara. Belakangan ini, suhu udara di Bali meningkat. (ist)

balibercerita.com –
Suhu udara di Bali belakangan ini terasa berbeda. Dalam beberapa hari terakhir, warga Pulau Dewata merasakan hawa panas, khususnya pada siang hari, seolah terik matahari menempel di kulit lebih lama dari biasanya.

Menurut catatan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar, suhu maksimum di sejumlah wilayah Bali mencapai 34 derajat Celsius. Fenomena ini bukan karena musim kemarau yang belum berakhir, melainkan karena gerak semu matahari dan embusan massa udara kering dari Benua Australia yang masih bertiup dari arah selatan.

Baca Juga:   Pemerintah Desa Darmasaba Gelar Diskusi, Kupas Tuntas Dinamika Pengelolaan Sampah

Prakirawan cuaca BBMKG Denpasar, Wulan Wandarana menjelaskan bahwa kondisi ini sebenarnya normal terjadi setiap tahun. Saat matahari berada di sekitar garis khatulistiwa dan mulai bergerak ke belahan bumi selatan, intensitas sinarnya ke wilayah Bali meningkat tajam. “Rata-rata suhu maksimum saat ini berkisar antara 32 hingga 34 derajat Celsius, dengan suhu minimum sekitar 24 hingga 26 derajat,” jelas Wulan.

Baca Juga:   Dua Motor Terlibat Kecelakaan di Jalan Tol Bali Mandara

Namun, bukan hanya sinar matahari yang membuat hari terasa menyengat. Angin timuran membawa udara panas dan kering dari Australia, sementara kelembapan udara yang tinggi membuat tubuh sulit beradaptasi. Keringat tak cepat menguap, membuat rasa gerah semakin pekat.

Masyarakat Bali pun merasakannya dalam aktivitas sehari-hari, dari pedagang di pasar, pekerja di lapangan, hingga wisatawan yang berjemur di pantai. BBMKG memperkirakan kondisi panas dan lembap ini masih akan bertahan hingga awal November, sebelum hujan mulai sering turun dan udara kembali sejuk. Saat ini Bali memang sedang berada di masa peralihan musim kemarau ke musim hujan, periode yang dikenal dengan cuaca tak menentu, kadang terik menyengat, kadang hujan turun mendadak.

Baca Juga:   Pertamina Patra Niaga Bentuk Tim Khusus Tanggapi Keluhan Konsumen BBM di Bali

Wulan mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan tubuh selama cuaca ekstrem ini berlangsung. “Perbanyak asupan cairan dan hindari aktivitas berat di luar ruangan saat siang hari. Jangan lupa selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG,” pesannya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini