Mangupura, balibercerita.com —
Sebanyak 14 siswa dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Badung berhasil mengharumkan nama Kabupaten Badung dalam ajang Pekan Paralimpik Pelajar Provinsi (Peparperov) Bali 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 19–22 Juni di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali.
SLBN 1 Badung menjadi kontingen terbanyak dari total 24 atlet yang mewakili Kabupaten Badung dan sukses menyabet sejumlah medali emas, perak, dan perunggu dari berbagai cabang olahraga. Kepala SLBN 1 Badung, I Nyoman Suwastarini mengungkapkan rasa bangga atas capaian para siswanya. Ia menyebutkan, keikutsertaan mereka bukan sekadar partisipasi, tetapi bukti nyata bahwa anak-anak dengan disabilitas mampu menorehkan prestasi tinggi.
“Tahun sebelumnya kami tidak memperoleh medali sama sekali. Namun, tahun ini ada peningkatan yang sangat signifikan. Anak-anak kami berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu. Ini tentu sangat membanggakan,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak sekolah berencana memberikan piagam penghargaan yang akan diserahkan secara langsung pada upacara bendera. Suwastarini berharap, penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus semangat berlatih dan menorehkan prestasi serupa.
“Dengan penghargaan ini, kami ingin menunjukkan kepada seluruh siswa bahwa teman-temannya telah mengharumkan nama sekolah. Semoga ini bisa memotivasi siswa lain untuk berprestasi juga,” tambahnya.
Terkait pembinaan, Suwastarini mengungkapkan bahwa pihak sekolah akan meningkatkan intensitas latihan. Jika sebelumnya latihan olahraga hanya dilakukan seminggu sekali, ke depan akan ditingkatkan untuk mendukung siswa yang memiliki potensi di bidang olahraga.
“Selama ini latihan hanya dilakukan seminggu sekali. Melihat hasil yang diraih anak-anak, kami akan intensifkan program latihan dan memberikan dukungan lebih,” jelasnya.
Humas SLBN 1 Badung, Edi Prayitno menjelaskan bahwa para atlet bertanding di berbagai cabang olahraga seperti boccia, bulu tangkis, atletik, dan renang. Mereka berasal dari jenjang SDLB hingga SMALB, dengan beragam latar belakang disabilitas seperti tunagrahita, tunadaksa, tunanetra, dan tunarungu-wicara.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Badung, I Gede Suarjaya turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi luar biasa ini. Ia menyebutkan bahwa partisipasi Kabupaten Badung di Peparperov tahun ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya didukung penuh oleh pemerintah daerah.
“Tahun ini Pemkab Badung resmi terlibat dan mendukung penuh. Meski dengan persiapan yang minim, para atlet mampu meraih juara umum dua dengan perolehan 12 emas, 10 perak, dan 2 perunggu. Ini luar biasa,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Badung berkomitmen untuk terus mendorong pembinaan atlet disabilitas, termasuk menjalin kerja sama lebih erat dengan guru olahraga di SLBN 1 Badung. “Kami ingin memperluas partisipasi anak-anak berkebutuhan khusus dalam dunia olahraga. Ini adalah langkah awal yang sangat positif dan akan terus kami dukung,” pungkas Suarjaya. (BC5)

















