Respons Sorotan Presiden Prabowo: Ribuan Anggota TNI, Polri hingga Masyarakat Bersihkan Pantai Kuta

0
94
Prabowo sampah pantai Bali
Ribuan personel TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat saat menggelar aksi bersih-bersih Pantai Kuta, Selasa (3/2). (ist)

balibercerita.com –
Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti persoalan sampah di sejumlah pantai di Badung. Hal ini pun langsung ditindaklanjuti dengan langkah nyata oleh Kodam IX/Udayana. Ribuan personel TNI pun dikerahkan bersama Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam aksi bersih-bersih Pantai Kuta, Selasa (3/2).

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) bersama pimpinan TNI dan Polri, hingga gubernur dan bupati se-Indonesia.

Prabowo pun menekankan perlunya penanganan serius terhadap kondisi darurat sampah di Bali. Pantai Kuta dipilih sebagai lokasi utama mengingat perannya sebagai ikon pariwisata nasional sekaligus internasional.

Baca Juga:   Badung-Purworejo Jajaki Kerja Sama Bidang Pariwisata

Pidato Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Inspektur Kodam IX/Udayana, Brigjen TNI Subagyo WG menegaskan, perhatian Presiden Prabowo terhadap persoalan sampah merupakan bentuk kepedulian negara terhadap Bali dan citra Indonesia di mata dunia.

“Ini adalah ujung perhatian dan kasih sayang Bapak Presiden kepada kita. Jika tidak disampaikan, berarti Presiden tidak perhatian. Namun hari ini, perhatian itu diwujudkan melalui aksi nyata,” tegas Brigjen Subagyo.

Baca Juga:   Tak Jera Meski Ada Larangan, Truk Pasir Kembali Terguling di Tanjakan Goa Gong

Ia mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan generasi muda. Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat ditangani secara parsial atau temporer, melainkan membutuhkan kolaborasi yang berkelanjutan.

Brigjen Subagyo juga mengungkapkan bahwa sejak Desember 2025 hingga saat ini, sejumlah pantai strategis di Bali meliputi Jimbaran, Kedonganan, Kuta, dan Legian mengalami kondisi darurat sampah akibat faktor alam serta pengelolaan yang belum optimal.

Baca Juga:   PDAM Badung Bangun Jaringan Pipa Laut, Target Rampung 1,5 Bulan

“Pantai-pantai ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi barometer pariwisata dunia dan wajah Indonesia di mata internasional. Karena itu, penanganannya harus serius, cepat, dan terpadu,” ujarnya.

Ia menegaskan, aksi bersih-bersih pantai bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam memitigasi krisis lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan dan keberlanjutan Bali. (BC9)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini