Mangupura, balibercerita.com –
Kementerian Hukum dan HAM RI memperkuat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai jelang perhelatan KTT G20. Penguatan dilakukan dengan menambah sebanyak 177 orang personel yang bertugas di lapangan. Penambahan personel dilakukan secara bertahap, dengan mendatangkan 43 orang petugas di tahap pertama. Hal tersebut dimaksudkan untuk mempercepat alur kedatangan selama KTT G20 berlangsung.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Sugito menerangkan, secara umum Imigrasi Ngurah Rai dapat melayani kedatangan 3.500 orang per jam. Pihaknya juga menyiapkan 3 konter khusus pemeriksaan imigrasi khusus delegasi G20 yang akan diisi 12 petugas dengan target 720 pemeriksaan keimigrasian per jam. Di samping penambahan personel juga dilakukan penambahan perangkat sebanyak 21 unit, dari berbagai kantor imigrasi di Indonesia. “Untuk memperlancar kedatangan delegasi tanpa mengesampingkan penumpang reguler yang volumenya tinggi, Imigrasi Ngurah Rai memisahkan jalur kedatangan antara delegasi dan penumpang reguler,” terangnya.
Dipaparkannya, pemeriksaan keimigrasian terhadap delegasi setingkat kepala negara dilakukan di gedung VVIP. Sedangkan pemeriksaan untuk setingkat menteri dilakukan di gedung VIP. Untuk delegasi-delegasi akan menjalani pemeriksaan keimigrasian di terminal kedatangan internasional. “Kanim Ngurah Rai telah melakukan mapping dan plotting terhadap petugas-petugas. Mobile unit yang digunakan untuk pemeriksaan keimigrasian bagi delegasi setingkat VVIP/VIP pun sudah disiapkan,” paparnya.
Persiapan lain yang dilakukan untuk melancarkan arus kedatangan pada saat KTT G20 yakni pemasangan beberapa sign board pada titik-titik strategis guna memudahkan kedatangan para delegasi melalui jalur khusus pada terminal kedatangan. Seluruh persiapan akan selalu dimonitor sesuai dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada. (BC5)

















