balibercerita.com –
Keberadaan seorang pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) meresahkan warga dan wisatawan di kawasan Sawangan, Kecamatan Kuta Selatan. Selain berkeliaran di jalur wisata dan area sekitar hotel, pria tersebut juga dikeluhkan karena kondisi tubuhnya yang tidak terawat hingga menimbulkan aroma menyengat.
Ketua Pecalang Wilayah Sawangan, I Nyoman Beker mengatakan, pria itu pertama kali terlihat berada di area main gate salah satu hotel berbintang di kawasan Sawangan pada Senin (18/5) malam. Keesokan paginya, pria tersebut diketahui berjalan menuju arah Jalan Pantai Pandawa. “Tadi pagi sudah mengarah ke Pandawa. Saya ketemu waktu ngantar anak sekolah di dekat perempatan menuju Pandawa,” ujar Beker, Selasa (19/5).
Menurutnya, warga hingga pedagang sekitar mulai merasa terganggu karena aroma tubuh pria tersebut sangat menyengat. Bahkan, bau yang ditimbulkan disebut masih tercium dari jarak beberapa meter. “Warga yang jualan di warung juga mengeluhkan karena aromanya cukup menyengat sampai membuat orang merasa mual,” katanya.
Pria itu juga sempat singgah di salah satu warung kawasan Gunung Payung untuk membeli kopi. Namun, keberadaannya membuat sejumlah pengunjung memilih meninggalkan lokasi karena merasa kurang nyaman. “Kalau dia duduk di warung, orang yang lagi belanja langsung pergi semua,” ungkapnya.
Selain kondisi fisiknya yang memprihatinkan, pria tersebut disebut jarang merespons ketika diajak berkomunikasi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena yang bersangkutan kerap berjalan di kawasan wisata yang ramai dilalui wisatawan dan kendaraan. “Kadang dia masuk begitu saja, diajak ngomong juga tidak nyahut,” lanjut Beker.
Berdasarkan informasi dari pecalang dan petugas keamanan setempat, pria tersebut sudah terlihat berkeliaran di sepanjang Jalan Raya Nusa Dua Selatan selama sekitar tiga hari terakhir. Namun hingga kini identitas maupun asal-usulnya belum diketahui. “Kita tidak tahu tinggalnya di mana. Informasi dari satpam, dia sempat jalan ke arah utara sampai dekat Hilton lalu balik lagi ke selatan,” jelasnya.
Meski belum ada laporan resmi ke satpol PP maupun dinas sosial, pihak pecalang mengaku telah menyampaikan informasi tersebut melalui grup koordinasi kecamatan yang juga diikuti instansi terkait agar segera mendapat penanganan. (BC5)


















