balibercerita.com –
Menghadapi lonjakan aktivitas selama libur panjang 14–17 Februari 2026 yang bertepatan dengan perayaan Imlek dan menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM dan LPG di Bali dalam kondisi aman dan mencukupi. Langkah antisipasi dilakukan dengan menyiagakan infrastruktur energi serta menambah distribusi LPG di luar penyaluran reguler.
Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi menyatakan, Pertamina telah melakukan berbagai mitigasi untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat. “Kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran di luar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat, terutama pada saat libur panjang atau peristiwa khusus, salah satunya Imlek dan Bulan Suci Ramadan ini,” ucapnya pada Sabtu (14/2).
Di sisi lain, untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarana fasilitas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek quantity and quality (QQ) BBM.
Secara regional Jatimbalinus, tambahan LPG fakultatif mencapai 1.403.815 tabung atau 89,9 persen dari rata-rata harian 2.009.266 tabung. Khusus Provinsi Bali, Pertamina menyalurkan tambahan 202.160 tabung atau 75,4 persen dari rata-rata harian 268.174 tabung. Distribusi tambahan terbesar berada di Kabupaten Badung sebesar 26.320 tabung (91,4 persen), Kota Denpasar 53.760 tabung (90,1 persen), dan Kabupaten Gianyar 28.000 tabung (91,3 persen).
Daerah lainnya juga mendapat tambahan signifikan seperti Tabanan 23.520 tabung (80,9 persen), Buleleng 20.160 tabung (59,3 persen), Karangasem 14.560 tabung (58 persen), Bangli 14.560 tabung (59,5 persen), Jembrana 11.760 tabung (57,4 persen), serta Klungkung 9.520 tabung (60,1 persen).
Ahad mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan karena stok energi dalam kondisi aman. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli produk secara berlebihan, terutama LPG. Masyarakat jangan mudah terpancing atas informasi yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.
Pertamina juga mengingatkan agar LPG 3 kg digunakan sesuai peruntukannya bagi masyarakat kurang mampu, sedangkan masyarakat mampu dianjurkan memakai LPG non-subsidi seperti bright gas. Dengan tambahan pasokan tersebut, masyarakat Bali diharapkan dapat menikmati long weekend, merayakan Imlek, dan menyambut Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran kekurangan energi. (BC5)


















