Beranda Umum Distan Gianyar Dorong Pengembangan Bawang Merah untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Distan Gianyar Dorong Pengembangan Bawang Merah untuk Perkuat Ketahanan Pangan

0
Bawang merah
Penanaman bawang merah di Subak Prejurit, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (7/8). (ist)

balibercerita.com –
Pemerintah Kabupaten Gianyar terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai salah satu langkah menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Gerakan Tanam Bawang Merah yang digelar Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Gianyar di Subak Prejurit, Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (7/8).

Gerakan tanam tersebut dilaksanakan pada lahan demonstrasi plot (demplot) seluas 1,5 hektare dengan menggunakan sekitar 1,4 ton bibit bawang merah. Pengembangan demplot dirancang di tiga kawasan subak yang berada di Desa Medahan yakni Subak Celuk, Subak Prejurit, dan Subak Peling. Dari tiga lokasi tersebut, penanaman di Subak Celuk telah lebih dahulu dilakukan.

Baca Juga:   Hadapi Kemarau, Pemprov Bali Petakan Wilayah Kekurangan Air dan Siapkan Sumur Bor

Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Ni Made Yuliani Putri mengatakan, pengembangan komoditas bawang merah membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pihak. Untuk menunjang kegiatan tersebut, Distan Gianyar memberikan bantuan sarana produksi pertanian berupa bibit, pupuk, mulsa, pestisida, serta alat dan mesin pertanian (alsintan).

Baca Juga:   Keluhan Wisatawan soal Jalan Rusak di Kintamani Jadi Sorotan DPRD Bangli, Perbaikan Terkendala Status Kewenangan

Menurut Suarta, keberadaan demplot diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat untuk mengembangkan bawang merah sebagai salah satu pilihan usaha tani. Komoditas tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan petani.

Selain memberikan bantuan sarana produksi, Distan Gianyar juga menyiapkan pendampingan kepada petani melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL). Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan sejak proses penanaman hingga masa panen, dengan fokus pada peningkatan kemampuan teknis petani, efisiensi pengelolaan lahan, produktivitas tanaman, serta kualitas hasil produksi. Dengan peningkatan kualitas budi daya tersebut, hasil panen bawang merah dari kawasan demplot diharapkan memiliki daya saing yang lebih baik ketika dipasarkan.

Baca Juga:   Diduga Terseret Arus Hujan, Jenazah Ditemukan di Gorong-gorong Jalan Krisnantara

Pelaksanaan gerakan tanam ini melibatkan sejumlah unsur, mulai dari jajaran penyuluh Dinas Pertanian, Koordinator BPP dan PPL Kecamatan Blahbatuh, Perbekel Desa Medahan, Pekaseh Subak Prejurit, hingga petani setempat. Dukungan juga datang dari unsur TNI dan Polri. (BC13)