Gerakan Langit Biru di Gianyar, Demokrat Bali Lepas 300 Tukik dan Bersihkan Pantai Lembeng

0
4
Demokrat Bali
Pelepasan tukik sebagai rangkaian Gerakan Langit Biru yang digelar Partai Demokrat Provinsi Bali di Pantai Lembeng, Desa Adat Lembeng, Kecamatan Sukawati. (ist)

balibercerita.com –
Partai Demokrat Provinsi Bali menggelar aksi lingkungan bertajuk “Gerakan Langit Biru” di Pantai Lembeng, Desa Adat Lembeng, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Jumat (7/8). Kegiatan dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat ini diisi dengan aksi pembersihan area pantai serta pelepasan sekitar 300 ekor tukik untuk mendukung kelestarian satwa laut dan keberlanjutan sektor pariwisata.

Aksi tersebut diikuti oleh sekitar 250 kader Demokrat dari tingkat provinsi hingga Kabupaten Gianyar, simpatisan, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat setempat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta, Sekretaris DPD Demokrat Bali, I Made Sada, Ketua DPC Partai Demokrat Gianyar, Cokorda Anom Asmara Putra Sukawati, dan anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat daerah pemilihan Bali, Tutik Kusuma Wardhani.

Gerakan Langit Biru sendiri merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat. Di Bali, gerakan ini diarahkan untuk merawat lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

Baca Juga:   Fraksi Golkar DPRD Badung Soroti Serapan APBD 2025 Belum Optimal

Ketua DPD Partai Demokrat Bali, Made Mudarta menyampaikan bahwa pembersihan pantai dan pelepasan tukik merupakan wujud nyata komitmen kader dalam merawat bumi, sesuai dengan amanat Mars Demokrat untuk menjaga Ibu Pertiwi.“Kami melakukan aksi bersih-bersih dan pelepasan tukik sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Ini merupakan ide yang sangat baik dari Ketua DPC Gianyar, Cokorda Anom Asmara Putra Sukawati. Merawat Ibu Pertiwi adalah tugas seluruh kader Partai Demokrat di Indonesia,” ujar Mudarta.

Mudarta menilai Pantai Lembeng memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alternatif di Bali, khususnya untuk mengimbangi kawasan Sanur yang kian padat seiring hadirnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur. “Kalau pantainya bersih, tentu wisatawan akan datang. Kehadiran wisatawan akan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM hingga pedagang lokal. Harapan kami kawasan ini semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.

Baca Juga:   Polsek Bebandem Tangani Pohon Tumbang di Jalur Sesana

Terkait pelepasan tukik, Mudarta menjelaskan bahwa pihak penyelenggara sangat memperhatikan faktor usia dan kesiapan fisik satwa laut tersebut agar memiliki peluang bertahan hidup yang lebih tinggi saat dilepas ke habitat alaminya. “Kami ingin memastikan tukik yang dilepas memiliki peluang bertahan hidup lebih besar. Sekitar 300 ekor dilepas hari ini, sementara sisanya akan terus dirawat bersama masyarakat sebelum dilepas ke laut,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani menegaskan, Gerakan Langit Biru menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi antara kader partai dan masyarakat luas menjelang momen peringatan ulang tahun partai. “Hari ini kita menyatukan hati dan pikiran untuk semakin dekat dengan masyarakat. Menjelang ulang tahun ke-25 Partai Demokrat, kami ingin terus mendengarkan aspirasi rakyat dan memastikan kader selalu hadir bersama masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Demokrat Gianyar, Cokorda Anom Asmara Putra Sukawati membeberkan alasan pemilihan lokasi aksi. Selain memiliki potensi pariwisata, Pantai Lembeng merupakan kawasan penting bagi ritual keagamaan umat Hindu, seperti upacara melasti, serta menjadi lokasi keberadaan Pura Hyang Sangkur sebagai salah satu pura segara.

Baca Juga:   Giri Prasta Serukan Gus Bota Jadi Bupati Badung

“Pantai ini milik kita bersama. Menjaga kebersihannya bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh masyarakat. Karena itu kegiatan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya saat ada peringatan tertentu,” ujarnya.

Cokorda Anom mengimbau masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah dan gotong royong secara berkala, serta memastikan bahwa Gerakan Langit Biru akan terus berlanjut melalui sinergi lintas tingkatan partai dan elemen masyarakat. “Kami ingin gerakan ini menjadi budaya bersama. Dengan gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, kami berharap pantai-pantai di Bali tetap bersih, lestari, dan semakin menarik bagi masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya. (BC18)