balibercerita.com –
Berawal dari lahirnya divisi Sport and Culture, Bali Hotels Association (BHA) menghadirkan ajang talent show sebagai wadah kreativitas bagi para pekerja hotel. Program ini pertama kali digagas pascatragedi Bom Bali, dengan tujuan memberikan motivasi dan semangat bagi para karyawan hotel melalui kegiatan positif yang berfokus pada employed team member.
Ketua BHA, Fransiska Handoko menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, setiap hotel didorong memiliki program yang mampu memotivasi karyawan sekaligus menyediakan ruang luas untuk berkreasi. Karya-karya terbaik kemudian diapresiasi sebagai representasi dari hotel masing-masing, memperlihatkan potensi seni dan bakat yang dimiliki insan perhotelan di Bali. “BHA Talent Show kini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta yang ikut terus meningkat, antusiasmenya cukup tinggi dari para anggota,” ucapnya Jumat (13/2).
Tahun ini, konsep lomba dibuat berbeda dengan membagi kompetisi menjadi tiga kategori, yakni solo (perseorangan), grup dua orang, dan best video. Pada tahun sebelumnya, seluruh kategori masih digabung. Perubahan ini dilakukan untuk mengakomodasi tingginya partisipasi tim member dari hotel-hotel anggota BHA.
Kategori best video menjadi salah satu yang paling menarik perhatian. Pemenang menampilkan pertunjukan budaya berupa sosok dalang berbahasa Bali yang menceritakan kondisi Bali saat ini sekaligus mengajak masyarakat untuk kembali mencintai daerahnya. Pesan tersebut muncul dari keprihatinan akan berkurangnya rasa cinta sebagian masyarakat terhadap Bali. “Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian program divisi sport and culture, yang sebelumnya telah menggelar lomba pembuatan penjor dan kompetisi olahraga dengan antusiasme tinggi dari para anggota,” katanya.
Seluruh anggota BHA berpartisipasi dalam ajang ini dengan total 35 hotel mendaftarkan timnya. Setelah melalui seleksi awal, tampil para finalis yang terdiri dari 10 peserta perseorangan dan 10 grup dengan beragam bakat, mulai dari band, tari, pedalangan, hingga menyanyi solo. Untuk menjamin kualitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri profesional di bidangnya, yakni Agung Ocha sebagai ketua juri, produser dan koreografer Jasmin Okubo, serta musisi dan sound engineer, Deni Surya.
Program BHA Talent Show secara konsisten digelar pada kuartal pertama setiap tahun dengan menyesuaikan musim kunjungan wisatawan di Bali, sehingga para peserta dapat fokus berlatih dan berkreasi tanpa mengganggu operasional hotel. Ajang ini menjadi bukti komitmen BHA dalam menjaga semangat, kreativitas, dan kebersamaan di kalangan insan pariwisata Bali.
Fransiska Handoko juga menegaskan pentingnya inisiatif ini dalam memperkuat koneksi di seluruh industri. “Acara eksklusif bagi anggota ini mendorong kerja sama tim, membangun kebersamaan, serta menyediakan wadah unik bagi insan perhotelan untuk mengekspresikan diri. Sangat menginspirasi melihat 173 hotel dan resor anggota kami bersatu dalam semangat saling mendukung,” ungkapnya.
Direktur Eksekutif BHA, Diah Ajung menyampaikan bahwa Talent Show terus menjadi salah satu program yang paling dinantikan dalam kalender tahunan Association. “Setiap tahun, kami menyaksikan semangat dan kreativitas luar biasa dari hotel-hotel anggota. Upaya yang dicurahkan oleh setiap tim dalam penampilan mereka mencerminkan budaya yang kuat dan rasa kebersamaan dalam komunitas perhotelan Bali,” ujarnya.
BHA Talent Show Tahunan ke-4 Tahun 2026 dinilai sukses mempertemukan tim-tim dari hotel dan resor anggota dalam sebuah perayaan penuh semangat atas kreativitas, budaya, dan kebersamaan sebagai bagian dari Program Sport & Culture Association. Diselenggarakan di Hard Rock Hotel Bali, acara ini menghadirkan rangkaian penampilan enerjik sepanjang hari, ekspresi artistik, serta dukungan antusias dari rekan kerja dan para penonton. Mulai dari musik dan tari hingga pertunjukan teater dan storytelling, para peserta menampilkan beragam talenta yang dimiliki di luar peran profesional mereka dalam industri perhotelan Bali.
Adapun para pemenang tahun ini meliputi Kategori Grup dengan Juara 1 Desa Potato Head – Wayang Pohe, Juara 2 Hard Rock Hotel Bali – Sapphire Band, dan Juara 3 Amadea Resort & Villas – Tri Nayatra. Pada Kategori Solo, Juara 1 diraih Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali – I Ketut Ebuh Antara, Juara 2 Desa Potato Head – I Putu Indra Setiawan, dan Juara 3 The Oberoi Beach Resort, Bali – Luh Susanti Febryliani. Sementara Best Video Submission Award diraih Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali – I Ketut Ebuh Antara.
Video pemenang berjudul “Ibuku Ibumu Ibumi” menghadirkan narasi reflektif yang terinspirasi dari filosofi Bali Tri Hita Karana, yang menyoroti harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Melalui storytelling yang penuh makna, karya ini mengingatkan akan tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat dunia di sekitar. (BC5)
















