Ketua DPRD Badung Motivasi Duta Seni PKB 2026

0
1
Seni
Bupati bersama Ketua DPRD Badung dan jajaran meninjau latihan akhir Angklung Kebyar Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Desa Adat Legian. (ist)

balibercerita.com –
Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mendukung pelestarian seni dan budaya kembali ditunjukkan melalui kehadiran langsung Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti bersama Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa saat meninjau kesiapan duta seni Kabupaten Badung yang akan berlaga pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Peninjauan dilakukan di Halaman Gedung Wisma Budaya Desa Adat Legian, Kecamatan Kuta pada Selasa (23/6) dengan menyaksikan latihan akhir Angklung Kebyar Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Desa Adat Legian, yang dipercaya mewakili Kabupaten Badung pada ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata tersebut.

Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para duta seni yang telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk tampil membawa nama Kabupaten Badung. Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah tidak hanya sebagai bentuk dukungan moril, tetapi juga menjadi wujud komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan motivasi kepada para pelaku seni dan budaya.

Baca Juga:   Bupati Badung Tinjau Kesiapan Duta PKB 2026

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh seniman yang sudah bekerja keras. Kehadiran pemerintah hari ini sebagai bentuk dukungan dan motivasi agar para duta seni tampil percaya diri serta memberikan penampilan terbaik untuk Kabupaten Badung,” ujarnya.

Tokoh asal Kecamatan Kuta itu menegaskan, keberadaan duta seni Badung, khususnya yang berasal dari Kuta memiliki arti penting untuk menunjukkan bahwa seni dan budaya tetap tumbuh dan berkembang di kawasan yang dikenal sebagai pusat pariwisata Bali.

Menurutnya, selama ini masih ada anggapan bahwa Kuta hanya identik dengan pariwisata. Namun melalui penampilan para duta seni di PKB, masyarakat dapat melihat bahwa kehidupan seni, adat, dan budaya di Kuta tetap eksis dan berkembang dengan baik. “Kalau diberikan kepercayaan untuk tampil, tentu kita siap buktikan,” katanya.

Baca Juga:   Tak Banyak yang Tahu, Ini Makna Daun Sirih dalam Banten Umat Hindu di Bali

Anom Gumanti juga mengungkapkan bahwa selama penyelenggaraan PKB, penampilan duta Kabupaten Badung selalu menjadi salah satu yang paling dinantikan masyarakat. Bahkan, menurut pengamatannya, ada tiga kabupaten/kota yang selalu mendapat perhatian besar setiap tahun, yakni Denpasar, Badung, dan Gianyar.

“Sepanjang saya mengikuti perjalanan PKB, penampilan Duta Badung selalu menjadi salah satu yang ditunggu-tunggu. Tahun ini persiapannya sangat baik dan saya melihat kualitasnya sangat diperhitungkan,” ungkapnya.

Selain memberikan motivasi, pihaknya juga menyampaikan sejumlah masukan dan evaluasi kepada para seniman agar penyajian yang ditampilkan semakin matang saat pementasan nanti. Ia menegaskan bahwa PKB bukan sekadar panggung pertunjukan seni, melainkan ruang pelestarian budaya yang harus terus dijaga oleh generasi muda.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan adat, tradisi, serta warisan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. “Pelestarian seni, tradisi, dan budaya harus terus dijaga. Jangan sampai adat dan budaya yang kita miliki ditinggalkan. Inilah identitas yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Baca Juga:   Pentingnya Melembagakan Nyepi, Perlu Kesadaran Menjadikannya Sebuah Habitus

Peninjauan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung, Made Sada dan Wayan Puspa Negara, perwakilan Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, Listibiya Kabupaten Badung, Camat Kuta, Lurah Legian, Putu Eka Martini, Bendesa Adat Legian beserta prajuru, perwakilan Ekraf Badung, kepala lingkungan, serta tokoh adat setempat.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, para duta seni Badung diharapkan mampu kembali menorehkan penampilan terbaik sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Badung sebagai salah satu barometer perkembangan seni dan budaya Bali pada PKB XLVIII Tahun 2026. (BC5)