balibercerita.com –
Tahapan pengisian pasir untuk memperkuat garis Pantai Kuta segera dimulai. Proyek Bali Beach Conservation Project (BBCP) Phase II yang menangani kawasan Kuta–Legian–Seminyak kini mencatat progres yang melampaui target awal. Meski sempat terkendala cuaca ekstrem dan gelombang tinggi di pesisir selatan Bali, hingga awal Maret 2026 progres proyek telah mencapai 33,812 persen. Angka tersebut jauh di atas rencana awal yang hanya 13,061 persen pada periode yang sama.
Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Balai Wilayah Sungai Bali Penida, I Gede Lanang Sunu Perbawa mengatakan, sejumlah pekerjaan utama telah dikerjakan. Diantaranya pembangunan breakwater serta extension culvert drainage sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pesisir. “Saat ini kami fokus pada tahap persiapan sand nourishment atau pengisian pasir,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini
Sebagai bagian dari persiapan, tim proyek kini tengah memasang pipa baja (steel pipe) di area daratan (onshore) yang akan digunakan sebagai jalur distribusi pasir. Pipa tersebut dipasang membentang dari Pantai Sekeh hingga kawasan Pantai Hotel Anvaya dengan panjang sekitar 1 kilometer.
Sementara di sisi lepas pantai (offshore), digunakan pipa high-density polyethylene) sepanjang sekitar 700 meter yang membentang dari depan Hotel Anvaya menuju laut. Pemasangan pipa di laut masih berlangsung dan sangat bergantung pada kondisi cuaca serta gelombang. “Pekerjaan di offshore memang sangat dipengaruhi kondisi gelombang. Kami berharap cuaca ke depan lebih bersahabat agar pemasangan pipa bisa segera selesai,” jelasnya.
Apabila seluruh persiapan rampung, proses pengisian pasir akan dimulai pada Maret ini, dengan titik awal di Pantai Sekeh atau Zona 1 sebelum dilanjutkan ke arah utara menuju kawasan Kuta. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kembali garis pantai Kuta yang dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami tekanan abrasi akibat gelombang laut dan perubahan cuaca ekstrem. Proyek BBCP Phase II pun menjadi salah satu upaya strategis menjaga keberlanjutan kawasan wisata pesisir selatan Bali. (BC5)


















