balibercerita.com –
Lomba ogoh-ogoh Badung Caka Fest 2026 telah berakhir dengan pengumuman juara. Dari hasil penjurian, Sekaa Teruna Tunas Remaja, Banjar Umahanyar, Desa Penarungan, Mengwi kembali menjadi jawara. Dalam lomba tahun ini, ogoh-ogoh “Maguru Satua” menjadi juara I dengan kisah yang menyentuh.
Karya yang megah, dengan perpaduan dua tokoh utama tersebut memberikan pelajaran bagi khalayak luas. Karya ogoh-ogoh ini mengajak untuk menggaungkan kembali satua Bali.
Dalam sinopsis Maguru Satua, diceritakan seorang raja bernama Sri Maharaja Aiswaryadala di kerajaan Patali yang memiliki hasrat hubungan seksual berlebih. Sang raja memerintahkan Patih Bandeswara menghaturkan gadis setiap malam sebagai pemuas nafsunya, hingga di wilayah kerajaan Patali para gadis sudah habis dipersembahkan. Tinggal satu yang tersisa, Ni Diah Tantri yang merupakan anak dari Patih Bandeswara.
Menyadari masalah yang dihadapi ayahnya, Ni Diah Tantri bersedia menyerahkan dirinya kepada sang raja. Hal ini dilandasi ketulusan tekad untuk menyadarkan sang raja dari kegelapan nafsu duniawi demi rakyat terbebas dari penderitaan.
Singkat cerita, Ni Diah Tantri sudah di peraduan dengan sang raja. sebelum raja sempat menyentuhnya, Ni Diah Tantri bercerita tentang kehidupan binatang yang mengandung ajaran moral dan politik untuk mengkritik perilaku sang raja secara halus. Suasana istana seolah diubah menjadi hutan belantara, kesadaran raja dibalik dengan amuter tutur pinahayu.
Nafsu sang raja diumpamakan pada karakter binatang. Secara tidak langsung, Ni Diah Tantri telah mengetuk hati nurani untuk membangkitkan kesadaran sang raja. Nafsu diredam menjadi emosi, lalu muncul menjadi cinta kasih. Pola pikir sang raja mengenai perempuan telah berubah, dari pemuas nafsu, tak berdaya, dan lemah, menjadi ratu, pujaan, dan kehormatan. Akhir cerita, Raja Aiswaryadala mempersunting Ni Diah Tantri karena kepandaiannya yang mampu menyadarkan raja dari belenggu ego dan nafsu seksual.
Cerita ini bersumber dari Kidung Tantri Nandaka Arana yang selanjutnya diangkat menjadi karya ogoh-ogoh. Melalui karya ini, ST Tunas Remaja berusaha menghidupkan kembali eksistensi satua Bali yang perlahan meredup di zaman sekarang. Terlebih satua Bali bukan sekadar dongeng pengantar tidur, melainkan sebagai media pendidikan budi pekerti, moral serta kedekatan hubungan anak dengan orang tua.
Satua Bali berfungsi sebagai media pendidikan budi pekerti, moral, dan ajaran agama Hindu yang mengandung nilai-nilai luhur, norma sosial, dan refleksi kehidupan yang disampaikan secara turun-temurun.
Sementara itu, Ketua Panitia Badung Caka Fest 2026, Ida Bagus Agung Munika menyatakan, keputusan pemenang Badung Caka Fest 2026 merupakan hasil evaluasi profesional terhadap seluruh peserta yang telah tampil selama tiga hari pelaksanaan festival. “Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat. Panitia hanya mengumumkan hasil yang telah menjadi tanggung jawab para juri,” ujarnya. (BC9)














