Ombak Hantam Seawall Tebing Uluwatu

0
129
Seawall Uluwatu
Kondisi seawall Uluwatu yang dihantam gelombang laut. (ist)

balibercerita.com –
Video yang memperlihatkan hantaman ombak besar di area proyek pengaman tebing (seawall) di bawah Pura Luhur Uluwatu viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat gelombang tinggi dari laut selatan menghantam bagian ujung bangunan seawall hingga sebagian struktur tampak terurai.

Video yang beredar luas itu memperlihatkan ombak besar datang berulang kali menerjang area proyek di bawah tebing pura. Kuatnya gelombang bahkan terlihat menggerus bagian fondasi bangunan yang berada tepat di bibir laut.

Meski demikian, dalam rekaman tersebut juga terlihat keberadaan seawall mampu meredam sebagian energi gelombang sehingga tidak langsung menghantam tebing di bawah kawasan pura yang menjadi salah satu destinasi wisata ikonik Bali.

Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta membenarkan kawasan tersebut sempat diterjang badai disertai gelombang tinggi beberapa waktu lalu. Menurutnya, cuaca ekstrem dengan ombak besar yang datang dari laut lepas diduga menjadi penyebab kerusakan pada bagian bangunan tersebut.

Baca Juga:   Pramuka Didorong Jadi Pilar Strategis Pembangunan Karakter Bangsa

Lokasi pembangunan berada di kawasan laut terbuka yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, sehingga memiliki karakter gelombang yang cukup kuat. “Dengan kondisi seperti ini agar bisa dievaluasi atau diperbaiki lebih tinggi atau lebih kokoh. Ini pembelajaran nyata bagi kita semua, terutama untuk bagian yang berada di bawah pura,” ujarnya.

Sumerta berharap pemerintah daerah sebagai pemrakarsa proyek dapat melakukan evaluasi terhadap konstruksi yang telah dibangun agar kekuatan bangunan lebih menyesuaikan dengan kondisi alam di lokasi tersebut. Meski demikian, pihak desa adat tetap berharap proyek pengamanan tebing tersebut dapat dilanjutkan karena keberadaan seawall dinilai sangat penting untuk melindungi tebing di bawah pura dari hantaman gelombang laut secara langsung.

Baca Juga:   Apel Peringatan Sumpah Pemuda ke-94 di Puspem Badung 

“Kalau sekarang dihentikan nanti kesannya perencanaannya tidak matang. Karena ini untuk memproteksi tebing, jadi semoga nanti disempurnakan dengan melihat kondisi eksisting di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung, AA Rama Putra menjelaskan, bagian bangunan yang terlihat rusak dalam video tersebut merupakan ujung konstruksi proyek yang memang belum selesai dikerjakan. “Itu adalah struktur di bagian akhir dan memang belum kita finishing sehingga terlihat terurai seperti itu,” jelasnya.

Ia menegaskan pada bagian bangunan yang sudah selesai dikerjakan tidak ditemukan kerusakan meskipun kawasan tersebut diterjang ombak besar. Menurutnya, proses finishing akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan pemasangan lapisan batu armor dan limestone untuk memperkuat struktur pengaman pantai. “Kalau bagian yang sudah finishing, itu tidak ada kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga:   Banjir di Legian, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah

Selain itu, pada tahun 2026 pemerintah juga akan melanjutkan pembangunan konstruksi pengamanan tebing di kawasan tersebut melalui proyek bangunan pengaman pantai di kawasan Pura Luhur Uluwatu.

Ia pun meminta masyarakat bersabar menunggu kelanjutan proyek tersebut karena bangunan revetment memiliki fungsi penting untuk meredam energi gelombang laut lepas yang langsung mengarah ke tebing. “Bisa dibayangkan jika tidak ada bangunan ini, tebing Pura Uluwatu harus menahan langsung hantaman gelombang dari laut lepas,” pungkasnya. (BC5)