Pascabanjir, Pemkab Badung Gelar Upacara Pamahayu Jagat di Pantai Seseh

0
227
Banjir
Bupati Adi Arnawa bersama Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti menghadiri upacara pamahayu jagat, mapakelem dan nangluk merana, di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (21/9). (ist)

balibercerita.com –
Pascabencana banjir yang melanda beberapa titik di kawasan Kabupaten Badung, Pemkab Badung melaksanakan upacara pamahayu jagat, mapakelem, dan nangluk merana, di Pantai Seseh, Desa Adat Seseh, Cemagi, Kecamatan Mengwi, Minggu (21/9).

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti memimpin persembahyangan bersama dalam upacara tersebut. Prosesi ini bertujuan menjaga keseimbangan alam secara niskala serta memohon keselamatan agar Kabupaten Badung dan Pulau Bali terhindar dari bencana.

Upacara di-puput oleh Ida Ratu Sulinggih Griya Budha dan di-upasaksi oleh Ida Cokorda Mengwi XIII, dengan koordinasi dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung sebagai instansi pelaksana. Upacara ini digelar untuk memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, dalam manifestasi-Nya sebagai Batara Baruna, agar aura negatif dapat dinetralisir sehingga keseimbangan alam tetap terjaga.

Baca Juga:   Adi Arnawa Tegaskan Dana Seniman PKB Tak Boleh Disunat

Usai prosesi mulang pakelem ke segara, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa upacara ini memiliki makna mendalam sebagai wujud menjaga harmoni antara manusia dan alam semesta. Ia berharap, pelaksanaan upacara ini membawa manfaat nyata bagi kelestarian alam dan kehidupan masyarakat Badung.

“Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan upacara pamahayu jagat dengan tujuan menyadarkan kita semua untuk menjaga alam serta merenungkan berbagai peristiwa yang telah terjadi. Harapan kami, setelah pelaksanaan upacara ini kondisi jagat, baik di Bali, Badung, maupun Nusantara, dapat menjadi lebih seimbang, harmonis, dan lestari. Semoga apa yang kita lakukan ini berjalan lancar serta membawa manfaat bagi kita semua. Inilah bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan alam yang gemah ripah loh jinawi, tata tentrem, kerta raharja,” harapnya.

Baca Juga:   Adi Arnawa Buka Batanbuah Rangda Festival

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi bersama dalam memperbaiki cara mengelola lingkungan. “Bagaimanapun, jika kita salah mengelola alam, dampaknya akan kembali kepada kita sendiri. Hal sederhana yang bisa kita lakukan bersama adalah membuang sampah pada tempatnya. Pembuangan sampah ke sungai atau aliran air harus dihentikan sepenuhnya. Kajian atas peristiwa banjir kemarin menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama luapan air adalah sampah yang dibuang sembarangan,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga:   Giri Prasta Berencana Anggarkan Dana Piodalan Semua Pura di Badung

Hadir juga, anggota DPRD Bali, I Wayan Bawa, Sekda Badung, IB Surya Suamba, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, I Gde Surya Kurniawan, para pimpinan OPD, Ketua TP PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Ketua DWP Badung, Nyonya Oliviana Surya Suamba, Ketua Gatriwara Badung, Nyonya Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti, camat se-Badung, bendesa adat se-Badung, pekaseh se-Badung, serta ketua menega. (adv)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini