balibercerita.com –
Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster hadir di Kabupaten Tabanan dalam program sosial Menyapa dan Berbagi 2025 yang dipusatkan di wantilan kantor Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Rabu (17/9). Kehadiran Ny. Putri disambut langsung Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama jajaran terkait.
Program ini menghadirkan 50 penerima bantuan yang terdiri dari balita, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, dan kader PKK. Mereka menerima paket berisi bahan pangan, bibit tanaman, multivitamin, serta olahan ikan. Bantuan diserahkan langsung oleh Ny. Putri Koster.
“Kegiatan ini sejak awal sudah saya jalankan, agar koordinasi dan sinergi dengan pemerintah kabupaten berjalan baik. Melihat kondisi masyarakat secara nyata sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.
Ny. Putri Koster menegaskan perannya sebagai Ketua TP PKK sekaligus Pembina Posyandu Provinsi Bali untuk mendukung enam bidang prioritas, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ketertiban. Ia juga mengajak masyarakat mengelola sampah dari rumah tangga. “Kami membimbing kader-kader agar kapasitas mereka meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat juga terangkat,” tambahnya.
Sementara itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ny. Putri Koster di Tabanan. Ia menegaskan, PKK Kabupaten Tabanan juga konsisten melaksanakan program serupa setiap tahun di seluruh kecamatan. “Sejalan dengan program TP PKK Provinsi Bali, kami juga melaksanakan aksi sosial Menyapa dan Berbagi di seluruh kecamatan secara berkesinambungan setiap tahun,” ungkapnya.
Dalam laporannya, ia menekankan komitmen TP PKK Tabanan mendukung program posyandu dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Hingga kini tercatat 832 posyandu aktif, termasuk penyaluran ribuan alat biopori untuk mendukung pengelolaan sampah.
Selain penyerahan bantuan, kegiatan juga diisi dengan layanan kesehatan, pembagian kacamata gratis, demo memasak bersama Bali Chef Community, hingga vaksinasi rabies. Antusiasme masyarakat, terutama ibu hamil dan kader PKK, terlihat tinggi mengikuti kegiatan yang ditutup dengan kunjungan ke posyandu desa setempat. (BC13)



















