balibercerita.com –
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka melaksanakan kunjungan kerja ke SPPG Celuk 2, Sukawati, Gianyar, sekaligus memantau langsung pendistribusian program Makan Bergizi Gratis (MBG) sasaran 3B di Banjar Pagutan Kaja, Desa Batubulan, pada Senin (2/3).
Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan intervensi gizi pada fase 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) berjalan optimal, mulai dari masa kehamilan hingga anak usia dua tahun, sebagai fondasi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Wamen Isyana menyampaikan bahwa Kemendukbangga/BKKBN mendapat amanah langsung dari Presiden untuk mendistribusikan MBG kepada tiga kelompok prioritas yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. “Seribu hari pertama kehidupan dimulai sejak bayi dalam kandungan. Pada fase inilah pencegahan stunting harus dilakukan. MBG 3B menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas SDM dimulai bahkan sebelum anak lahir,” tegas Isyana.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas menu makanan yang diberikan. Menu MBG harus memenuhi standar gizi seimbang, bebas dari ultra-processed food, serta disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sasaran.
Salah satu penerima manfaat, I Gusti Indah Widiarti (31), ibu hamil anak keempat dengan usia kehamilan 28 minggu, mengaku terbantu sejak menerima MBG pada Januari 2026. “Terima kasih kepada Bapak Presiden. MBG sangat meringankan. Menunya beragam, ada buah, jajanan sehat, hingga bakpao. Rasanya enak,” ujarnya.
Selain ibu hamil, Wamen Isyana juga menyambangi Ni Putu Martini (37), ibu menyusui dengan tiga anak. Sejak Mei 2025, ia rutin menerima MBG. Kondisi bayi ketiganya yang kini berusia satu tahun tercatat normal, dengan berat badan 8,1 kilogram dan tinggi badan 70,5 centimeter. Putu Martini juga telah menjalani tubektomi (MOW) pascapersalinan anak ketiga.
Pada sasaran balita non-PAUD, Wamen bertemu I Ketut Chandra Gautama, usia 2 tahun 8 bulan. Saat ini, berat badannya mencapai 10 kilogram (mendekati normal) dengan tinggi badan 83 centimeter (normal). Ayahnya, I Kadek Permana (39), seorang guru TK yang telah menjalani vasektomi, menyampaikan bahwa sejak menerima MBG pada Desember 2025, berat badan Chandra meningkat dan tumbuh kembangnya semakin baik.
Partisipasi sang ayah dalam program vasektomi mencerminkan implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia, salah satu program prioritas Kemendukbangga/BKKBN yang menekankan peran aktif ayah dalam pengasuhan serta perencanaan keluarga.
Melalui penguatan MBG 3B dan intervensi pada 1.000 HPK, pemerintah berharap angka stunting dapat ditekan secara signifikan sekaligus membangun fondasi generasi sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (BC18)

















