
balibercerita.com –
Pemkab Badung memperkuat perlindungan sosial melalui pendataan akurat dan penyaluran bantuan tepat sasaran kepada masyarakat rentan. Komitmen ini diwujudkan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa dengan mengunjungi warga penyandang disabilitas dan bedridden di Banjar Pasekan, Desa Abianbase, Kecamatan Mengwi, Minggu (19/7).
Pada kesempatan itu, Bupati Adi Arnawa bersama ketua K3S menyerahkan bantuan berupa kursi roda, alat bantu jalan, dan paket sembako, sekaligus melakukan verifikasi serta pendataan terhadap warga yang mengalami keterbatasan fisik maupun kondisi bedridden.
Kunjungan diawali ke kediaman Ni Ketut Sasih yang tengah menjalani pemulihan pascastroke. Pada kesempatan itu, bupati bersama ketua K3S menyerahkan bantuan kursi roda untuk mendukung mobilitasnya selama masa pemulihan. Kunjungan dilanjutkan ke Ni Nyoman Sentong yang mengalami patah tulang. Selain kursi roda, keduanya juga menyerahkan alat bantu jalan guna membantu aktivitas sehari-hari.
Kunjungan berlanjut ke rumah Ni Luh Made Oka Nariadi yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan sekaligus merawat dua anak penyandang disabilitas. Anjangsana ditutup dengan mengunjungi Putu Gede Bayu Wira Putra (9) yang sedang menjalani pengobatan akibat leukemia.
Usai kegiatan, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Badung untuk memastikan program perlindungan sosial benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk memverifikasi dan mendata warga yang belum tercatat sebagai penerima program bantuan sosial.
“Saya bersama Ibu Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua K3S Kabupaten Badung mengunjungi beberapa warga yang mengalami disabilitas, baik disabilitas fisik maupun disabilitas mental. Dalam kesempatan ini, kami juga menyerahkan berbagai bentuk bantuan, seperti kursi roda, paket sembako, serta bantuan kepada warga yang mengalami kondisi bedridden. Pemkab Badung memiliki program bantuan bagi masyarakat yang mengalami kondisi bedridden, yaitu warga yang tidak lagi mampu beraktivitas secara mandiri, baik karena stroke maupun kondisi kesehatan lainnya. Melalui program ini, kami memberikan bantuan tunai sebesar Rp1 juta setiap bulan,” ungkapnya.
Saat melihat langsung kondisi para warga, Adi Arnawa meminta seluruh jajaran pemerintah, mulai dari dinas sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga kader sosial, aktif memastikan setiap warga yang memenuhi kriteria dapat mengakses program-program bantuan yang telah disiapkan Pemkab Badung. “Jangan sampai ada masyarakat yang berhak menerima bantuan justru terlewat,” tegasnya.
Sementara itu, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyatakan, aksi sosial ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat yang menghadapi keterbatasan fisik. (adv)


















