balibercerita.com –
Aroma persaingan dua raksasa sepak bola dunia akan terasa di Pantai Kuta saat final Piala Dunia 2026 digelar, Senin (20/7) dini hari. Jika Argentina datang dengan status juara bertahan setelah mengangkat trofi pada 2022 bersama Lionel Messi, Spanyol membawa generasi emas baru yang dipimpin wonderkid Lamine Yamal.
Di tengah antusiasme tersebut, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta kompak menjagokan La Furia Roja untuk kembali merebut mahkota juara dunia. Keyakinan itu mengiringi persiapan Pemerintah Kabupaten Badung menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di kawasan Tsunami Shelter Pantai Kuta.
Pertemuan Spanyol dan Argentina di partai puncak menghadirkan duel menarik antara kejayaan masa lalu dan kekuatan generasi baru. Spanyol pernah mencatat sejarah dengan menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, sementara Argentina menjadi kampiun edisi 2022 di Qatar melalui kepemimpinan Lionel Messi. Kini, publik sepak bola dunia menanti apakah Yamal mampu membawa Spanyol kembali ke singgasana atau justru Argentina mempertahankan dominasinya.
Selain menjadi ajang menyaksikan laga bergengsi dunia, Pemkab Badung juga ingin menjadikan nobar sebagai momentum menggerakkan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di kawasan Pantai Kuta.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung, I Ketut Gede Arta mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut surat edaran Kementerian Dalam Negeri terkait penyelenggaraan nonton bareng final Piala Dunia FIFA 2026 oleh pemerintah daerah. “Ini tindak lanjut surat dari Kemendagri. Kebetulan final Piala Dunia juga menjadi momentum untuk menggerakkan pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,” ujarnya.
Menurut Gede Arta, lokasi Tsunami Shelter Pantai Kuta dipilih karena dinilai representatif untuk menampung masyarakat yang ingin menyaksikan laga final yang berlangsung pukul 03.00 Wita. Penentuan lokasi juga telah dikoordinasikan dengan Askab PSSI Badung.
Nobar akan dipusatkan di satu lokasi dengan dukungan layar videotron berukuran besar dan terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. “Gratis. Masyarakat tinggal datang saja. Yang penting bersama-sama menjaga ketenteraman, ketertiban, dan kebersihan selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Untuk memberikan kenyamanan bagi penonton, Pemkab Badung menyiapkan bean bag, karpet, serta area lesehan. Pemerintah juga menggandeng Kecamatan Kuta, desa dan kelurahan setempat, serta Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan untuk melibatkan UMKM lokal dalam kegiatan tersebut.
Camat Kuta, I Made Agus Suantara mengatakan, pemasangan videotron dan berbagai sarana pendukung dilakukan pada Minggu (19/7). Rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 01.00 Wita dengan berbagai hiburan sebelum pertandingan. “Kegiatan mulai pukul 01.00 Wita. Ada kuis dari BPD dan pembagian merchandise sebelum pertandingan dimulai,” katanya.
Sebanyak lima hingga sepuluh pelaku UMKM di kawasan Pantai Kuta akan dilibatkan saat nobar. Mereka akan menyediakan aneka makanan dan minuman hangat seperti ronde, bubur kacang hijau, bakso, serta jajanan lainnya untuk menemani masyarakat menyaksikan laga hingga dini hari.
Area nobar di pelataran depan Tsunami Shelter Pantai Kuta diperkirakan mampu menampung sekitar 500 penonton. Dengan suasana pantai yang khas dan semangat sepak bola yang tinggi, final Piala Dunia 2026 diproyeksikan menjadi hiburan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat lokal. “Kami berharap masyarakat bisa menikmati final Piala Dunia bersama-sama di Pantai Kuta. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini juga diharapkan memberi manfaat bagi pedagang lokal,” ujar Agus Suantara. (BC5)



















