
balibercerita.com –
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali terus memperkuat upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan ekstrem akibat fenomena El Nino. Salah satu bentuk respons yang dilakukan adalah penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
Hingga pembaruan data pada 18 Agustus 2026, Posko PMI Provinsi Bali untuk Respons Kekeringan Ekstrem Akibat El Nino mencatat sebanyak 285.000 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak. Penyaluran tersebut dilakukan dalam 49 pelayanan dan telah menjangkau 14.317 jiwa di tiga kabupaten/kota, enam kecamatan, serta 10 desa/kelurahan di Bali.
Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran respons PMI Bali meliputi Jembrana, Kubu, Melaya, Mendoyo, Sawan, dan Tejakula. Distribusi air dilakukan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas akibat kekeringan.
Selain menyalurkan air bersih, PMI Bali juga melibatkan sekitar 154 personel dalam pelaksanaan respons di berbagai lokasi. Upaya penanganan juga dilengkapi dengan kegiatan promosi kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat terkait risiko kesehatan selama masa kekeringan. Hingga kini, kegiatan tersebut telah dilakukan sebanyak 24 kali dan menyasar kelompok masyarakat rentan.
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana, Relawan dan Diklat PMI Provinsi Bali, I Ketut Suardana mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara lebih bijaksana selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Penggunaan air, kata dia, perlu diprioritaskan untuk kebutuhan penting, sementara kebocoran maupun keran yang tidak tertutup rapat harus segera ditangani.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi penggunaan air untuk keperluan yang tidak mendesak. Kepada para relawan yang bertugas, Suardana turut menyampaikan pesan agar tetap menjaga kondisi selama menjalankan misi kemanusiaan. “Kepada seluruh relawan PMI yang bertugas agar tetap semangat, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta mematuhi aturan dan protokol yang berlaku di wilayah masing-masing” imbuhnya.
Melalui distribusi air bersih, pengerahan relawan, serta promosi kesehatan, PMI Provinsi Bali terus berupaya meringankan beban masyarakat yang menghadapi dampak kekeringan. Respons tersebut diharapkan mampu membantu pemenuhan kebutuhan dasar warga sekaligus mengurangi tekanan akibat terbatasnya ketersediaan air di sejumlah wilayah Bali. (BC10)

















