balibercerita.com –
Penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada operasional penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Hingga Senin (2/3), pukul 13.00 Wita, tercatat 15 penerbangan rute internasional mengalami pembatalan, terdiri dari 8 keberangkatan dan 7 kedatangan.
Gede Eka Sandi Asmadi selaku Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia, menjelaskan bahwa pembatalan didominasi rute menuju dan dari kota-kota di Timur Tengah seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Doha. Maskapai yang terdampak antara lain Emirates, Etihad Airways, dan Qatar Airways dengan sejumlah penerbangan yang sedianya berangkat sejak 28 Februari hingga 2 Maret terpaksa dibatalkan.
“Secara umum operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan tetap berjalan normal dan optimal, meskipun terdapat pembatalan pada beberapa rute internasional,” ujarnya.
Data maskapai menunjukkan sedikitnya 3.197 calon penumpang keberangkatan terdampak penyesuaian jadwal. Penanganan penumpang dilakukan sesuai kebijakan masing-masing maskapai, sementara pihak bandara menyediakan layanan bantuan bagi penumpang di terminal internasional.
Manajemen bandara terus memantau perkembangan situasi ruang udara di Timur Tengah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk maskapai, AirNav Indonesia, serta aparat keamanan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran operasional bandara.
Selain itu, bandara juga menyiapkan pengaturan parkir pesawat bagi lima armada dari tiga maskapai yang terdampak. Penumpang diimbau aktif berkomunikasi dengan maskapai terkait pembaruan jadwal serta memanfaatkan layanan help desk di terminal keberangkatan internasional maupun contact center 172.
Situasi ini menjadi dampak lanjutan dari ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memaksa sejumlah negara menutup ruang udaranya, sehingga memengaruhi jalur penerbangan internasional menuju Bali. (BC5)

















