balibercerita.com –
Kilau Jewelry, brand perhiasan karya perajin muda asal Klungkung, Putri Aristya Dewi, menghadirkan inovasi baru dalam dunia perhiasan Bali. Dengan memadukan keanggunan, ketahanan, dan harga terjangkau, Kilau mengusung bahan dasar kuningan berlapis emas 18 karat yang kini mulai menarik minat pasar.
Putri menjelaskan, ide tersebut berawal dari kenaikan harga perak yang membuat produksi perhiasan silver semakin mahal. “Dulu saya fokus di silver jewelry, tapi karena harga perak semakin tinggi, saya mencoba mencari bahan yang tetap indah, kuat, tapi lebih ramah di kantong,” ucapnya ditemui belum lama ini di Nusa Dua.
Pemilihan bahan kuningan berlapis emas terbukti menjadi langkah tepat. Selain memiliki kilau menyerupai emas murni, bahan ini juga tahan lama dan tidak mudah berubah warna, bahkan saat terkena air laut. Produk Kilau pun mendapatkan sambutan positif dari konsumen, terutama mereka yang mencari perhiasan elegan namun praktis untuk digunakan sehari-hari.
Dalam ajang Nusa Dua Festival 2025 yang digelar oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Kilau Jewelry turut berpartisipasi menampilkan produk unggulannya. Tak hanya memamerkan koleksi perhiasan, Kilau juga menghadirkan “silver class”, sebuah program pengalaman membuat perhiasan yang menjadi daya tarik tersendiri di festival tersebut.
Melalui kelas ini, pengunjung dapat mencoba langsung proses pembuatan cincin, mulai dari mengamplas hingga memoles dengan biaya Rp400 ribu dan membawa pulang hasil karya mereka sendiri. “Kelas ini paling ramai di akhir pekan. Banyak yang senang bisa belajar sekaligus memiliki perhiasan buatan tangan sendiri,” ujar Putri.
Secara bisnis, keikutsertaan di Nusa Dua Festival juga memberikan dampak positif. Penjualan Kilau Jewelry meningkat hingga dua kali lipat di hari terakhir, didorong antusiasme pengunjung terhadap produk cincin dan kalung. “Hari pertama masih sepi karena orang kerja, tapi hari kedua benar-benar ramai. Banyak pengunjung yang kembali setelah ikut kelas perak,” katanya.
Putri mengakui, peluang yang ia peroleh tidak terlepas dari dukungan ITDC sebagai pembina UMKM kreatif di kawasan Nusa Dua. “ITDC sangat membantu, mulai dari pembinaan, promosi, sampai kesempatan ikut pameran. Untuk kesejahteraan binaannya juga benar-benar diperhatikan,” ungkapnya.
Saat ini, Kilau Jewelry memiliki home office di Jalan Jempiring, Klungkung, serta toko resmi Fisakawa Jewelry di Alun-Alun Nusa Dua ITDC. Penjualan juga aktif dilakukan secara daring dan melalui berbagai event ekonomi kreatif.
Putri berharap partisipasinya dalam Nusa Dua Festival 2025 menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan pasar Kilau Jewelry. “Harapannya, Kilau makin dikenal luas dan bisa membuktikan bahwa produk lokal juga mampu bersaing dalam kualitas dan desain,” ujarnya penuh optimisme. (BC5)


















