balibercerita.com –
Junior Chamber International (JCI) Bali menegaskan komitmen kuat kolaborasi dan sinergi antara pemuda dan pemerintah dalam mendukung pembangunan Bali. Organisasi kepemudaan internasional non-politik dan non-sektarian yang mewadahi profesional muda serta pengusaha berusia 18–40 tahun ini terus mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga komunitas. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Inaugurasi JCI Bali 2026 yang digelar di Quest San Hotel, Kamis (29/1) sore.
Local President JCI Bali 2026, Eka Arismana Wira Dharma menyampaikan bahwa JCI Bali ke depan ingin menjadi jembatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas organisasi. JCI Bali memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjembatani gagasan, program, dan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kolaborasi yang setara dan berkelanjutan akan mempercepat terbangunnya kepercayaan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Bali secara inklusif,” ucapnya.
Salah satu fokus utama kepengurusan JCI Bali 2026 adalah mendorong keterbukaan informasi, khususnya di bidang investasi. Program ini akan dimaksimalkan selama satu tahun masa kepemimpinan sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim kolaborasi yang sehat antara pemerintah dan pemangku kepentingan. Salah satu wujud konkret kolaborasi tersebut adalah program Training of Trainers yang melibatkan Vietnam, Mongolia, dan Indonesia, dengan Bali sebagai tuan rumah.
Eka menegaskan bahwa kolaborasi tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sekitar 30 anggota aktif, JCI Bali siap berkontribusi dan partisipasi. Terlebih JCI merupakan organisasi global dengan jejaring ribuan anggota di berbagai negara, sehingga membuka peluang sinergi yang luas.
Pada tahun ini, JCI genap berusia 111 tahun. Momentum tersebut dirayakan melalui kegiatan alumni dan reuni lintas generasi dengan mengusung tema United and Brotherhood. Tema ini mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan dalam membangun kolaborasi yang saling menguatkan. JCI Bali juga menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyerap ide dan gagasan pemuda.
Organisasi ini berkomitmen membangun ekosistem kolaboratif yang berdampak dan berkelanjutan, dengan landasan kepercayaan dan kesetaraan. “Kami siap berkolaborasi, berproses, dan bertumbuh bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan demi Bali yang lebih baik,” tegas Eka.
Project Director Inaugurasi JCI Bali 2026, Putu Agus Indra Wahyudi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk secara resmi melantik kepengurusan baru sekaligus memperkuat komitmen kolaborasi. Ia mengapresiasi kehadiran Wakil Gubernur Bali sebagai wujud nyata dukungan dan keterbukaan pemerintah dalam membangun sinergi dengan organisasi kepemudaan.
Ia berharap inaugurasi ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjadi awal kolaborasi berkelanjutan yang menghasilkan program-program berdampak langsung bagi masyarakat. Selama satu tahun masa kepengurusan, JCI Bali akan fokus memastikan setiap program berjalan cepat, terukur, dan selaras dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Presiden National JCI Indonesia 2026, Siegfried Listijosuputro, menegaskan bahwa inaugurasi merupakan momentum peneguhan komitmen untuk menjalankan program yang bermakna. Ia mendorong penguatan sinergi antara JCI daerah dan pemerintah melalui pelatihan, pengembangan bisnis, serta aksi sosial, termasuk pelatihan public speaking dan kewirausahaan bagi pelaku UMKM Bali.
JCI sebagai organisasi global yang tersebar di lebih dari 120 negara dengan lebih dari 100 ribu anggota di seluruh dunia juga membuka ruang kolaborasi internasional yang luas. Anggota JCI Bali diharapkan aktif terlibat dalam forum internasional seperti Asian Pacific Conference dan World Congress guna memperkuat peran Indonesia di kancah global.
Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta yang hadir dalam acara menegaskan bahwa JCI merupakan jembatan kolaborasi strategis antara pemuda dan pemerintah. Pemerintah Provinsi Bali, katanya, siap memberikan ruang dan fasilitasi untuk mendukung peran pemuda dalam pembangunan. “Pemerintah siap berkolaborasi dan berjalan bersama JCI Bali untuk membangun Bali ke depan,” tegasnya.
Kehadiran Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, menjadi simbol kuat keterbukaan pemerintah dalam merangkul organisasi kepemudaan. Ia menyampaikan dukungannya agar pemuda Bali yang kreatif dan inovatif dapat terlibat aktif dalam proses pembangunan daerah.
Dimensi kolaborasi juga diperkuat melalui kehadiran JCI Vice President Vietnam, Phan Ngoc Diem, yang mencerminkan terbukanya jejaring kerja sama internasional. Kehadiran ini diharapkan memperluas peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan kapasitas pemuda dan pertukaran praktik terbaik. (BC5)


















