Jakarta, balibercerita.com –
Turnamen sepak bola pria dua tahunan, ASEAN U-23 Championship, kembali digelar pada tahun 2025 dengan Indonesia terpilih sebagai tuan rumah untuk pertama kalinya. Kompetisi ini akan berlangsung pada 15–31 Juli 2025, dan akan diikuti oleh 10 negara dari kawasan Asia Tenggara.
Turnamen yang sebelumnya dikenal sebagai Piala AFF U-23 ini menjadi ajang unjuk kemampuan para bintang muda ASEAN yang mewakili tim nasional masing-masing. Selain menjadi panggung bergengsi di tingkat regional, ajang ini juga berperan penting dalam mempersiapkan talenta muda untuk bersaing di level kontinental dan global.
Pertama kali digelar pada tahun 2005 di Bangkok, Thailand, turnamen ini diikuti oleh delapan tim. Tuan rumah tampil dominan dan keluar sebagai juara setelah mengalahkan Singapura 3-0 di final, berkat dua gol dari pemain muda Teeratep Winothai yang saat itu berusia 20 tahun.
Setelah vakum selama lebih dari satu dekade, kompetisi ini dihidupkan kembali pada tahun 2019 di Phnom Penh, Kamboja. Tim tuan rumah tampil mengesankan di fase grup, namun harus tersingkir di semifinal setelah kalah adu penalti dari Thailand. Di final, Indonesia tampil sebagai juara setelah mengalahkan Thailand 2-1.
Edisi berikutnya seharusnya digelar kembali di Kamboja pada 2021, namun akhirnya ditunda ke awal 2022 karena pandemi Covid-19. Thailand kembali melaju ke final, namun kali ini giliran Vietnam yang mencuri perhatian dengan meraih gelar pertama mereka lewat kemenangan tipis 1-0.
Pada 2023, turnamen berlangsung di Rayong, Thailand, dan diikuti oleh 10 tim. Thailand gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah setelah disingkirkan Indonesia di semifinal. Di final, Vietnam mempertahankan gelar mereka dengan mengalahkan Indonesia lewat adu penalti setelah bermain imbang tanpa gol.
Sebagai tuan rumah edisi 2025, Indonesia akan menggelar drawing fase grup pada hari Jumat, 30 Mei 2025, di Hotel Movenpick, Jimbaran, Bali. Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah menandai langkah penting dalam upaya pengembangan sepak bola usia muda nasional dan menjadi kesempatan emas untuk menunjukkan kapasitas penyelenggaraan turnamen skala regional. (BC5)
















