Indonesia Dorong Pasar Karbon Global yang Adil dan Berintegritas di Forum Internasional London

0
265
Karbon
Hanif Faisol Nurofiq menghadiri peluncuran Coalition to Grow Carbon Market di London Stock Exchange. (ist)

London, balibercerita.com –
Pemerintah Indonesia menegaskan pentingnya membangun pasar karbon global yang menjunjung tinggi integritas, keadilan, dan kedaulatan negara dalam aksi iklim. Hal ini disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq dalam peluncuran Coalition to Grow Carbon Market (CGCM) di London Stock Exchange, yang merupakan bagian dari rangkaian London Climate Action Week.

Dalam forum internasional tersebut, Menteri Hanif menekankan bahwa pasar karbon tidak sekadar instrumen ekonomi, tetapi merupakan komitmen moral untuk menjaga bumi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pasar karbon harus dibangun atas dasar transparansi, keadilan, dan kolaborasi yang setara antarnegara. Tidak boleh ada ketimpangan antara penyedia dan pengguna kredit karbon,” ujarnya.

Baca Juga:   Penumpang dan Kargo Bandara Ngurah Rai Tumbuh Positif, Sinyal Pulihnya Mobilitas Udara Bali

Koalisi CGCM yang diinisiasi oleh Kenya, Singapura, dan Inggris, bertujuan menciptakan pasar karbon sukarela yang kredibel dan harmonis dengan mekanisme global, termasuk ketentuan Pasal 6 Persetujuan Paris. Indonesia, bersama Panama dan Peru, diundang untuk menyampaikan Government Keynote, mencerminkan kepercayaan internasional terhadap posisi Indonesia dalam pengembangan sistem nilai ekonomi karbon.

Menurutnya, Indonesia telah mengambil langkah nyata melalui implementasi perdagangan karbon domestik dan penandatanganan Mutual Recognition Agreement (MRA) dengan beberapa skema internasional guna menjamin integritas dan keselarasan kebijakan nasional dengan standar global. “Kolaborasi dalam pasar karbon tidak boleh hanya bersifat teknokratis. Ini menyangkut hak dan kedaulatan negara dalam merancang aksi mitigasi iklim yang selaras dengan kebutuhan lokal,” tegasnya.

Baca Juga:   Bupati Badung Serahkan SK Dewan Pengawas Perumda Pasar 

Menteri Hanif juga menyoroti pentingnya peran pasar karbon sukarela (voluntary carbon market/VCM) dalam memperkuat kapasitas pelaku aksi iklim di tingkat lokal dan menjembatani kesenjangan antara negara berkembang dan negara maju. Ia mendorong agar VCM tidak terjebak pada proyek-proyek parsial yang tidak terkait dengan prioritas nasional dalam NDC (Nationally Determined Contributions). “Pasar karbon harus menjadi jembatan, bukan jebakan. Kita perlu kerja sama yang strategis dan berbasis pada rencana nasional yang inklusif dan berpihak pada masyarakat lokal,” tambahnya.

Baca Juga:   Nelayan dan Pelaku Wisata Bahari Diminta Waspada Gelombang Tinggi Perairan Bali

Menteri Hanif kembali menegaskan komitmen Indonesia dalam mewujudkan pasar karbon global yang berintegritas dan berkeadilan. “Kami mendukung kerja sama internasional yang saling menghormati dan saling melengkapi, untuk memperbaiki iklim bumi dan membangun kemakmuran bersama,” pungkasnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini