Unud Luncurkan Proyek IPST di Kampus Jimbaran, Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Circular Economy

0
271
Unud
Desain IPST di kawasan kampus Unud, Jimbaran. (ist)

Mangupura, balibercerita.com —

Universitas Udayana (Unud) akan segera memulai pembangunan instalasi pengelolaan sampah terpadu (IPST) di kawasan kampus Unud, Jimbaran. Fasilitas ini menjadi bagian integral dari inisiatif sistem pengelolaan sampah terpadu (SPST) yang mengusung prinsip circular economy dan zero waste, serta mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., menyatakan bahwa pembangunan IPST menjadi wujud nyata komitmen Unud menuju kampus hijau. Setiap harinya, aktivitas akademik dan operasional kampus menghasilkan sekitar 2–3 ton sampah, yang sebagian besar merupakan sampah organik.

IPST hadir sebagai jawaban terhadap tantangan ini, tidak hanya sebagai pusat pengolahan sampah, tetapi juga sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk edukasi, riset, dan inovasi berstandar nasional. IPST akan mendukung pembelajaran program studi terkait di Unud.

Baca Juga:   Layani Penerbangan Langsung 6 Negara, Pergerakan PPLN Capai 45 Ribuan Penumpang 

“Kami berkomitmen menjadikan Universitas Udayana sebagai salah satu green campus di Indonesia. IPST bukan hanya infrastruktur pengelolaan sampah, tetapi juga living laboratory yang memungkinkan kolaborasi lintas disiplin dan pemberdayaan masyarakat menuju masa depan berkelanjutan,” ujarnya.

Berlokasi di atas lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi, IPST dilengkapi fasilitas komposting, pengolahan sampah plastik, serta penerapan teknologi modern seperti sistem internet of things (IoT) dan dashboard digital untuk pemantauan operasional secara real-time. Selain itu, IPST juga akan memiliki laboratorium edukatif, kebun percobaan, ruang inovasi, hingga ruang showcase produk daur ulang.

Dengan total kebutuhan investasi sekitar Rp22,18 miliar dan biaya operasional tahunan sebesar Rp2,35 miliar, IPST diproyeksikan mampu memberikan dampak lingkungan yang signifikan. Fasilitas ini diperkirakan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 95 ton CO₂e per tahun, menghemat lahan tempat pembuangan akhir (TPA) sebesar 1.000 meter kubik per tahun serta menghasilkan 150 ton pupuk organik dan 170 ton material daur ulang setiap tahunnya.

Baca Juga:   Kapal Kandas Berhasil Ditarik

Secara sosial, IPST akan menciptakan puluhan lapangan kerja, melibatkan lebih dari 100 mahasiswa dalam kegiatan praktikum setiap tahun, serta menjadi pusat pelatihan dan edukasi lingkungan untuk masyarakat luas. Fasilitas ini juga ditujukan untuk mendukung UMKM lokal dalam rantai ekonomi sirkular.

Ketua Tim Pelaksana IPST Unud, I Gede Hendrawan, S.Si., M.Si., Ph.D., menekankan bahwa IPST tidak hanya dibangun untuk kebutuhan teknis semata, melainkan juga sebagai pusat pembelajaran lintas disiplin. IPST dirancang sebagai pusat inovasi lingkungan kampus yang menggabungkan teknologi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. “Fasilitas ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah sampah di kampus, tetapi juga melahirkan generasi baru yang peduli dan berdaya dalam menciptakan solusi berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga:   Saat Lebaran, Jumlah Masyarakat Tuban berkurang Drastis

Proyek IPST sejalan dengan roadmap pengelolaan sampah Unud hingga 2045 dan mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya SDG 11 (kota dan permukiman yang berkelanjutan), SDG 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab), dan SDG 13 (penanganan perubahan iklim). Inisiatif ini juga selaras dengan program prioritas nasional dalam pengembangan sumber daya manusia lokal dan pelestarian lingkungan.

IPST turut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung misi pembangunan Provinsi Bali melalui konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Pola Pembangunan Semesta Berencana. Fasilitas ini diharapkan menjadi model nasional pengelolaan sampah berbasis teknologi dan kolaborasi multipihak. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini