Jakarta, balibercerita.com —
Tchoukball, olahraga yang mengedepankan nilai sportivitas tanpa kontak fisik, resmi hadir di Indonesia melalui kegiatan training kepelatihan pertama yang diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 14–15 Januari 2012. Pelatihan ini diikuti oleh 22 orang pelatih yang menjadi pelatih-pelatih pertama tchoukball di tanah air.
Yayasan Generasi Baru mendapat kepercayaan sebagai pendiri (founder) tchoukball di Indonesia. Seiring dengan kehadirannya, dibentuklah organisasi nasional bernama Perhimpunan Tchoukball Indonesia, yang kini dikenal secara resmi sebagai Persatuan Tchoukball Seluruh Indonesia (PTBSI). Fair play, respect, dan tanpa kontak fisik, inilah semangat tchoukball yang dibawa untuk Indonesia.
Dalam perjalanannya, tchoukball Indonesia terus berkembang dan saat ini telah aktif di 7 provinsi, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat (Bandung), Banten, Jawa Timur, Sumatra Utara (Medan), Bali, dan Kalimantan Utara.
PTBSI secara konsisten melaksanakan kegiatan pengembangan seperti coaching clinic, training kepelatihan di daerah, serta sosialisasi ke sekolah, kampus, dan komunitas. Pada tahun 2015, tchoukball resmi terdaftar sebagai cabang olahraga di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dan memperoleh pengukuhan pada tahun yang sama.
Saat ini, PTBSI tengah menjalankan program promosi ke seluruh provinsi dan kota di Indonesia melalui pelatihan-pelatih, coaching clinic, pengembangan komunitas di sekolah, kampus, dan masyarakat umum. Dengan semangat inklusif dan sportif, PTBSI menargetkan pertumbuhan tchoukball sebagai olahraga alternatif yang membangun nilai-nilai kerja sama, disiplin, dan tanpa kekerasan di kalangan generasi muda Indonesia. (BC5)

















