balibercerita.com –
Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga semakin diperhitungkan sebagai pusat industri wellness. Tren tersebut terlihat dalam ajang Bali Wellness and Beauty Expo (BWB Expo) 2026 di The Meru Sanur pada 4–6 Juni 2026.
Yang menarik, pada event tersebut, sejumlah produk hasil riset Universitas Udayana (Unud) mendapat perhatian dari pelaku industri dan distributor internasional. Melalui Inkubator Bisnis (Inbis) LPPM Unud, berbagai produk wellness berbasis bahan lokal Bali diperkenalkan kepada pasar yang lebih luas, mulai dari skincare berbahan rumput laut, produk berbasis madu, kosmetik, hingga minyak balur hasil penelitian akademisi kampus tersebut.
Ketua Inkubator Bisnis LPPM Universitas Udayana, Dr. Ni Putu Sutramiani, S.Kom., M.T., mengatakan, keikutsertaan dalam expo ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Bali memiliki potensi besar dalam mengembangkan industri wellness berbasis riset dan inovasi. “Universitas Udayana memiliki tanggung jawab untuk menjadi motor penggerak ekosistem wellness di Bali. Melalui expo ini, kami ingin menunjukkan bahwa berbagai hasil riset civitas akademika tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah atau paten, tetapi telah berhasil dihilirisasi menjadi produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan siap bersaing di pasar,” ujarnya.
Menurutnya, keunggulan produk yang dibawa terletak pada perpaduan antara kekayaan bahan baku lokal dengan pendekatan ilmiah yang telah melalui proses penelitian dan validasi akademik. Keikutsertaan dalam BWB Expo 2026 juga menjadi langkah untuk memperkuat posisi Unud dalam mendukung pengembangan industri wellness Bali. Selain memperkenalkan produk, kegiatan ini membuka peluang kerja sama investasi, lisensi paten, hingga akses pasar internasional bagi tenant binaan kampus.
Selama tiga hari pelaksanaan expo, stan Inkubator Bisnis Unud mendapat kunjungan dari berbagai kalangan, termasuk praktisi kesehatan, pelaku industri spa internasional, investor, hingga distributor produk kesehatan dari berbagai negara.
Respons positif tersebut menjadi sinyal bahwa produk wellness berbasis riset dari Bali memiliki peluang besar untuk berkembang di pasar global. Bahkan, hingga akhir kegiatan, sejumlah mitra strategis telah mengajukan pertemuan lanjutan untuk membahas potensi kerja sama. “Produk-produk ini merepresentasikan identitas Universitas Udayana, yaitu harmonisasi antara kearifan lokal Bali dengan metodologi sains modern yang teruji,” kata Sutramiani.
Melalui ajang ini, Universitas Udayana tidak hanya mempromosikan produk hasil penelitian, tetapi juga memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat pengembangan wellness yang menggabungkan kekayaan alam, budaya, dan inovasi berbasis sains. (BC5)

















