DPRD Badung Dorong Penguatan Keamanan Kawasan Wisata Bali Selatan

0
8
Bali Selatan
Tomy Martana Putra. (ist)

balibercerita.com –
Maraknya aksi kriminalitas jalanan di kawasan Pecatu dan Uluwatu dikhawatirkan mencoreng citra pariwisata Bali Selatan. Kondisi ini mendapat perhatian anggota Komisi I DPRD Badung, I Made Tomy Martana Putra.

Politisi asal Pecatu itu menilai persoalan keamanan di kawasan wisata tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi memengaruhi rasa aman wisatawan yang datang ke Bali. “Pecatu ini daerah pariwisata. Wisatawan banyak datang ke sini. Jangan sampai karena kasus seperti ini membuat wisatawan takut datang ke Pecatu maupun Uluwatu,” ujarnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Baca Juga:   Basarnas Bali Terima Kunjungan Konsulat Kanada, Perkuat Koordinasi Kelembagaan Penanganan Darurat

Menurut Tomy, derasnya arus informasi di media sosial membuat kasus kriminal sangat cepat menyebar dan berpengaruh terhadap citra destinasi wisata. Apalagi kawasan seperti Labuan Sait, Suluban hingga Bingin kini menjadi magnet wisatawan mancanegara.

Ia menilai salah satu persoalan mendasar yang harus segera dibenahi adalah minimnya penerangan jalan umum di sejumlah titik rawan. Beberapa akses menuju kawasan wisata disebut masih gelap gulita akibat lampu penerangan yang padam. “Di daerah Bingin itu banyak sekali titik yang gelap dan rawan. Saya sudah menghubungi dinas perhubungan supaya segera ditindaklanjuti karena ini sangat mendesak,” katanya.

Baca Juga:   Pohon Tumbang di Akses Bandara Ngurah Rai: Dua Mobil Tertimpa, Pengendara Selamat

Selain itu, Tomy juga menyoroti keberadaan ojek liar yang semakin marak di kawasan wisata. Ia bahkan menyinggung kasus pencurian helm dengan pelaku yang diduga menggunakan atribut menyerupai pengemudi ojek online palsu.

Menurutnya, kondisi tersebut harus direspons serius melalui patroli rutin dan sidak gabungan yang melibatkan desa adat, kepolisian, Satpol PP, linmas hingga pecalang. Langkah preventif dinilai lebih penting dibanding hanya bergerak setelah kejadian viral. “Kalau bisa seminggu sekali ada patroli atau sidak. Jangan hanya represif setelah kejadian, tapi langkah preventif harus diperkuat,” tegasnya.

Baca Juga:   Rencana Pembangunan PSEL Denpasar Raya Terus Dimatangkan

Tak hanya itu, Tomy juga mengusulkan agar pelaku usaha di kawasan Pecatu diwajibkan memasang CCTV yang mengarah ke jalan raya sebagai bagian dari syarat perizinan usaha. Menurutnya, pengawasan berbasis kamera dapat membantu mengantisipasi tindak kriminal di ruang publik. “Sekarang apapun cepat viral. Wisatawan bisa berpikir ulang datang ke Pecatu kalau merasa tidak aman,” tandas Sekretaris DPD Golkar Badung tersebut. (BC5)