Bluebird Gandeng Koptax, Perkuat Mobilitas Hijau Lewat 75 Taksi Listrik

0
1
Bluebird
Peluncuran Kawan Bluebird di Bali. (BC5)

balibercerita.com –
Setelah lebih dari 30 tahun menjadi bagian dari perjalanan pariwisata dan transportasi Bali, PT Blue Bird Tbk semakin memperkuat sinergi dengan komunitas lokal. Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran kolaborasi Kawan Bluebird Bali bersama Koperasi Jasa Angkutan Taksi Ngurah Rai Bali (Koptax Ngurah Rai Bali), di Istana Taman Jepun, Sumerta Kelod Denpasar, Jumat (10/7).

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi di Bali melalui pengembangan armada 100 persen electric vehicle (EV) yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Pada tahap awal, sebanyak 75 unit taksi listrik mulai dioperasikan, terdiri dari 25 unit yang melayani kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan 50 unit lainnya beroperasi di berbagai wilayah Bali.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono mengatakan, kerja sama dengan Koptax Ngurah Rai Bali merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama pelaku transportasi lokal. Bali sendiri menjadi salah satu wilayah operasi pertama Bluebird di luar Jabodetabek dan telah menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan selama lebih dari tiga dekade.

“Lebih dari 30 tahun kami sudah bersama pemain operator lokal tetap eksis. Bali menjadi salah satu area pertama di luar Jabodetabek yang kami operasikan. Kami juga menjadi bagian dari perjalanan Bali hingga menjadi destinasi wisata kelas dunia yang berulang kali menjadi tujuan wisata nomor satu di dunia,” ujarnya.

Menurut Andre, tantangan industri transportasi ke depan menuntut kolaborasi yang semakin kuat. Karena itu, Bluebird menghadirkan program Kawan Bluebird, sebuah model kemitraan yang dirancang untuk memperkuat operator transportasi lokal tanpa menghilangkan identitas dan eksistensi mereka.

Baca Juga:   Pelita Air Mulai Masuki Penerbangan Komersial Terjadwal

“Bluebird percaya kolaborasi di industri ke depan akan semakin penting. Bukan hanya sekadar bekerja bersama, tetapi bagaimana mengombinasikan kekuatan dan pengalaman masing-masing pihak. Semangat itu yang melahirkan program Kawan Bluebird,” katanya.

Ia menegaskan, sejak awal Bluebird selalu mengedepankan prinsip coexist atau tumbuh bersama operator lokal. Perusahaan tidak pernah memandang pelaku usaha transportasi daerah sebagai pesaing, melainkan mitra yang perlu diperkuat agar mampu menghadapi perubahan zaman dan disrupsi teknologi. “Kami tetap coexist dengan operator lokal. Kami tidak pernah mengajukan izin yang berlebihan. Prinsip Bluebird adalah tumbuh bersama dan beradaptasi tanpa meninggalkan pelaku lokal,” tegasnya.

Andre menjelaskan, pengalaman menghadapi disrupsi teknologi selama satu dekade terakhir menjadi pelajaran penting bagi perusahaan yang berdiri sejak 1 Mei 1972 tersebut. Berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari penggunaan GPS, sistem komunikasi digital hingga aplikasi MyBluebird yang kini menjadi salah satu platform pemesanan transportasi terbesar di Indonesia. “Disrupsi bukan hanya datang dari industri transportasi, tetapi juga dari perkembangan teknologi. Karena itu kami terus beradaptasi dan berinovasi agar tetap relevan dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Program Kawan Bluebird sendiri sebelumnya telah diterapkan di Yogyakarta, Bandung, dan Solo. Bergabungnya Koptax Ngurah Rai Bali menjadikan Bali sebagai kota keempat yang menjalankan program tersebut. “Masuknya Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali bersama PT Bluebird menjadikan Bali sebagai kota keempat program Kawan Bluebird. Ini menjadi kebanggaan tersendiri karena Koperasi Taksi Ngurah Rai merupakan operator terbesar dan tertua di Bali dengan anggota yang mencapai ribuan orang,” katanya.

Baca Juga:   Bali Siap Gelar Asian Senior Fencing Championship 2025

Kehadiran 75 armada listrik pada tahap awal menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun tidak hanya menyasar layanan transportasi di bandara, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dan wisatawan di berbagai wilayah Bali. “Itu bukti komitmen Bluebird bahwa kami tidak hanya berbicara mengenai kompetensi, tetapi benar-benar bergabung, berkolaborasi, dan menjadi satu kesatuan dengan Koperasi Taksi Ngurah Rai Bali,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koptax Ngurah Rai Bali, I Kadek Ari Sucitha menyebut kerja sama ini sebagai langkah nyata dalam mendukung transformasi transportasi ramah lingkungan di Bali. Koptax yang berdiri sejak 1979 kini memiliki sekitar 1.100 anggota yang selama 24 jam melayani kebutuhan transportasi wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, kolaborasi tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap program Bali Green dan Bali Zero Emission Transportation yang terus didorong Pemerintah Provinsi Bali sejak penyelenggaraan KTT G20. “Untuk hari ini kami mengumumkan kemitraan strategis dengan PT Blue Bird Tbk. Kami tidak menjadi lawan, justru kita adalah kawan. Jalan satu-satunya adalah berkolaborasi, dan itu kami tunjukkan hari ini,” ujarnya.

Selain menghadirkan armada listrik, seluruh armada Kawan Bluebird akan terintegrasi dengan aplikasi MyBluebird sehingga layanan menjadi lebih aman, transparan, dan mudah diakses wisatawan maupun masyarakat. “Ini adalah bentuk nyata kearifan lokal yang bertemu dengan teknologi nasional untuk pariwisata Bali,” katanya.

Mengusung tagline “Kolaborasi Lokal untuk Perkuat Mobilitas Bali”, kerja sama ini disebut bukan sekadar slogan, melainkan komitmen bersama 1.100 anggota koperasi untuk menjaga kualitas udara Bali, mendukung transportasi berkelanjutan, serta memperkuat daya saing pariwisata Bali di tingkat internasional. “Ini adalah komitmen dari 1.100 anggota kami untuk menjaga udara Bali tetap bersih, menjaga pariwisata Bali tetap berskala internasional, dan nantinya menjadi warisan bagi anak cucu kita,” tegasnya.

Baca Juga:   Sembilan Titik Take Over Disiapkan, Kuta Perkuat Sistem Sampah Terpilah dan Tekan Pembuangan Liar

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Kadek Mudarta yang membacakan sambutan Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Koptax Ngurah Rai Bali dan PT Blue Bird Tbk. Menurutnya, sinergi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan transportasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan koperasi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor transportasi tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, koperasi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Saya berharap kolaborasi ini akan memberi manfaat yang baik bagi masyarakat, wisatawan, pengemudi, pengusaha, dan tentu saja peningkatan kualitas layanan transportasi di Bali.

Pengembangan transportasi berkelanjutan sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru. Karena itu, seluruh sektor pembangunan, termasuk transportasi, harus mendukung terwujudnya Bali yang hijau dan berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus mendorong percepatan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) melalui berbagai regulasi dan kebijakan strategis. Bahkan, Pemprov Bali menargetkan seluruh armada taksi yang beroperasi di Bali sudah menggunakan kendaraan listrik atau moda transportasi ramah lingkungan lainnya paling lambat pada tahun 2028. “Kami berharap pada tahun 2028 seluruh armada taksi yang beroperasi di Provinsi Bali telah menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau moda transportasi ramah lingkungan lainnya,” katanya. (BC5)