Mangupura, balibercerita.com –
Sebagai salah satu negara 3 besar penyumbang kunjungan wisatawan ke Bali, selama ini India ternyata tidak terkoneksi dengan penerbangan langsung (direct flight). Kedatangan wisatawan India ke Bali dilakukan dengan penerbangan transit dari berbagai negara terdekat dengan Indonesia seperti Singapura, Malaysia, ataupun Vietnam.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kunjungan wisatawan India ke Bali berada di posisi kedua pada Januari-Oktober melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mencapai 359.927 jiwa. Sedangkan pada tahun 2019 (sebelum pandemi), jumlah wisatawan India menempati urutan ketiga yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai, yaitu sebanyak 377.543 jiwa.
Ke depan, jumlah wisatawan India diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan dibukanya rute penerbangan atau inaugural flight dari maskapai Vistara, dengan rute Delhi-Bali-Delhi pada Jumat (1/12) siang. Vistara merupakan maskapai penerbangan layanan penuh atau full-service airline yang merupakan joint-venture dari Tata Group dengan Singapore Airlines.
Maskapai ini memiliki reputasi yang sangat baik, dengan berhasil meraih berbagai penghargaan serta merupakan maskapai asal India dengan peringkat tertinggi di situs lembaga riset maskapai asal Inggris Skytrax, dan di situs agen perjalanan online asal Amerika Serikat Tripadvisor.
Pembukaan rute penerbangan ini mencatat sejarah terhubungnya India-Bali melalui penerbangan langsung atau direct flight. Sebelumnya, rute India-Bali hanya dilayani melalui penerbangan lanjutan atau tidak langsung.
Inaugural flight Vistara dilakukan menggunakan pesawat Airbus A321LR dengan nomor penerbangan UK145. Pesawat ini mendarat di runway Bandara I Gusti Ngurah Rai pada pukul 10.52 Wita dengan mengangkut 185 penumpang. Pesawat berangkat dari Bandara Indira Gandhi di kota Delhi India, pada pukul 01.12 waktu setempat.
Direktur Utama PT Angkasa Pura I (AP I) Faik Fahmi menyatakan antusiasme dan optimisme terhadap pembukaan rute ini. Setelah sekian lama dinantikan, akhirnya Bali dapat terhubung secara langsung dengan India melalui inaugural flight dari maskapai Vistara.
Hal ini dinilai pantas dicatat di dalam buku sejarah AP1. Dibukanya rute penerbangan ini diharapkan akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap pariwisata di Bali.
“Dengan dibukanya rute penerbangan langsung ini, kami optimistis akan turut menggenjot angka jumlah wisatawan asal India di Bali. Kami yakin hal ini dapat memberikan multiplier effect positif kepada berbagai pihak dan sektor, utamanya untuk pariwisata di Bali khususnya, dan Indonesia umumnya,” ungkap Faik Fahmi.
Penerbangan langsung Delhi-Bali-Delhi ini dijadwalkan beroperasi setiap hari. Untuk rute Delhi-Bali, dilayani dengan penerbangan UK145 yang berangkat dari Delhi pada pukul 00.30 waktu setempat, serta mendarat di Bali pada pukul 11.05 Wita. Sementara, untuk rute sebaliknya dilayani dengan penerbangan UK146 dengan waktu keberangkatan dari Bali pada pukul 12.10 Wita, serta dijadwalkan tiba di Delhi pada pukul 17.45 waktu setempat.
Dengan resmi beroperasinya rute Delhi-Bali-Delhi yang dioperasikan Vistara ini sekaligus menambah jumlah rute penerbangan internasional yang dilayani Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali menjadi 37 rute yang dioperasikan oleh 37 maskapai penerbangan.
CEO Vistara Vinod Kannan mengatakan bahwa Bali merupakan salah satu dari tujuan wisata paling diminati bagi wisatawan asal India. Ia sangat gembira menjadi satu-satunya maskapai yang saat ini melayani rute penerbangan langsung antara Delhi dengan Bali. Dengan kedekatan hubungan dagang dan budaya antara India dengan Indonesia, Bali secara cepat mengalami pertumbuhan menjadi destinasi utama bagi para pebisnis dan untuk tujuan MICE. (BC5)

















