Mangupura, balibercerita.com –
Taiwan menunjukkan dominasinya sebagai kekuatan utama di dunia Tchoukball pantai setelah sukses menyapu bersih gelar juara kategori putra dan putri dalam Kejuaraan Dunia Tchoukball Pantai 2025 yang berlangsung di Pantai Seminyak.
Namun, bukan hanya Taiwan yang mencuri perhatian. Kejutan besar juga datang dari tim putra Benin, yang tampil luar biasa hingga melaju ke partai puncak dan memberikan perlawanan sengit.
Tim putri Taiwan membuka jalan kemenangan dengan menaklukkan Singapura dalam pertandingan tiga babak yang berlangsung ketat. Sempat tertinggal di babak pertama, Taiwan bangkit dan menutup laga dengan kemenangan tipis 39-36 (11-13, 14-13, 14-10).
Tak lama berselang, giliran tim putra Taiwan mempertahankan mahkotanya. Menghadapi tim underdog Benin yang tampil percaya diri sejak awal, Taiwan sempat tertinggal namun berhasil membalikkan keadaan berkat strategi permainan cepat dan akurat. Mereka menang meyakinkan 55-39 dan menegaskan status mereka sebagai raja Tchoukball dunia.
“Kami sempat tertekan di awal, tapi pengalaman membuat kami bisa bangkit. Salut untuk Benin, mereka luar biasa,” kata pelatih Taiwan, Fang Shen-Szu.
Meski gagal meraih gelar, penampilan tim putra Benin menjadi salah satu cerita terbesar turnamen ini. Datang tanpa banyak ekspektasi, mereka justru tampil luar biasa hingga ke final, menyingkirkan beberapa tim unggulan di sepanjang perjalanan mereka. Penampilan Benin menjadi sinyal kuat bahwa kekuatan Tchoukball dunia mulai merata dan tidak lagi didominasi negara-negara Asia atau Eropa saja.
Tuan rumah Indonesia belum berhasil menembus papan atas. Tim putra harus puas di peringkat kedelapan, sedangkan tim putri menempati posisi kesembilan. Meski begitu, keikutsertaan Indonesia tetap menjadi langkah penting untuk pembangunan olahraga ini di dalam negeri.
Gelaran turnamen ditutup dengan upacara penutupan sekaligus serah terima jabatan Presiden Federation Internationale de Tchoukball (FITB). Chris Huang (Taiwan) menyerahkan kepemimpinan kepada Delane Lim (Singapura) untuk periode 2025–2029. “Chris telah membawa Tchoukball ke level dunia. Tugas kami selanjutnya adalah membuat olahraga ini semakin dikenal luas,” ucap Delane Lim.
Acara ditutup dengan pesta perpisahan peserta dari 15 negara yang berlangsung meriah di Atlas, Canggu. (BC5)

















