Di Tempat Ini, Pejuang Memohon Bambu Runcing dan Kekuatan untuk Mengusir Penjajah  

pejuang kemerdekaan
Pura Griya Sunia Dalem Sakti. (BC10)

Singaraja, balibercerita.com –

Pura Griya Sunia Dalem Sakti berlokasi di Jalan Seririt-Pupuan, tepatnya di Banjar Kajanan, Desa Ringdikit, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng. Pura ini berkaitan erat dengan perjuangan rakyat Bali dalam mengusir penjajah di era perang kemerdekaan.

Pemangku Pura Griya Sunia Dalem Sakti, Jro Mangku Putu Gede Suastana menjelaskan, dari cerita para tetuanya, kawasan pura ini dahulunya merupakan tempat bertapanya para leluhur. Kemudian, pada zaman perjuangan melawan Belanda, para pejuang kemerdekaan RI juga menjadikan kawasan yang dahulu bernama Abian Buluh ini sebagai tempat pertapaan. Tujuannya, memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi agar diberikan kekuatan untuk menghadapi penjajah.

Pejuang kemerdekaan yang kala itu tak memiliki senjata, harus menghadapi tentara Belanda yang dilengkapi persenjataan modern, termasuk tank. Jika peperangan pecah, hampir bisa dipastikan para pejuang tidak akan memenangkan pertempuran.

Baca Juga:   Candi Agung Gumuk Kancil, Jejak Pasraman Maharesi Markandeya 

Sejumlah siasat pun disusun. Perang gerilya menjadi opsi terbaik. Pertimbangannya, jika menghadapi pertempuran terbuka, Belanda jauh lebih unggul. Agar rencana perang gerilya berjalan mulus, jalur menuju Seririt diblokade agar tank-tank Belanda tak bisa masuk. Penduduk dan pejuang merobohkan pohon di sepanjang jalan.

Konon, dahulu di Desa Ringdikit berdiri dua pohon besar yang dari kejauhan terlihat kembar. Kedua pohon itu dinamakan Rangdu Akit, yang lama kelamaan disebut Ringdikit. Pohon yang menjadi cikal bakal nama Desa Ringdikit itu tak luput dari pembabatan. Kedua pohon tersebut juga dirobohkan guna menghambat jalannya penjajah.

Baca Juga:   Pura Pengubengan, Stana Sang Hyang Naga Taksaka 

Bagaimana dengan persenjataan para pejuang? Jro Mangku Putu Gede Suastana mengungkapkan, banyak di antara para pejuang kala itu yang tidak memiliki senjata. Mereka lantas bertapa di kawasan yang sekarang menjadi Pura Griya Sunia Dalem Sakti untuk memohon anugerah kekuatan dan keyakinan agar mampu memenangkan perang. Bagi yang tak memiliki senjata, mereka juga memohon bambu yang banyak tumbuh di kawasan ini untuk dijadikan bambu runcing.

“Pejuang tanpa senjata, hanya mengandalkan bambu runcing. Zaman dahulu kawasan ini dinamakan Abian Buluh. Di sinilah mendapatkan bambu runcing dan anugerah berupa tirta yang berasal dari buluh bambu. Di tempat lain mungkin banyak ada pohon bambu, tetapi yang di sini bisa dibilang istimewa,” ujarnya.

Baca Juga:   Banjar Tegal Jaya Gelar Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Wrespati Kalpa Agung

Berkat keteguhan dan ketulusan para pejuang dalam memerdekakan Indonesia, serta atas anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa, para pejuang akhirnya mampu mengalahkan pasukan Belanda. Buleleng Barat juga tercatat sebagai salah satu lokasi pertempuran sengit melawan Belanda. Makanya di Seririt terdapat tugu pahlawan.

Di masa sekarang, Pura Griya Sunia Dalem Sakti merupakan tempat melatih kesadaran. Melatih kesadaran agar manusia bisa mengetahui jati dirinya. Tidak saja umat Hindu, umat Islam dan Budha juga kerap bersembahyang di sini. Selain sembahyang, ada pula umat yang memohon tirta dari buluh bambu untuk pengobatan nonmedis dan pangelukatan. (BC13)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini