Air Terjun Jaga Satru, Pesona Wisata Spiritual Tersembunyi di Desa Duda Timur

0
72
Air terjun
Air Terjun Jaga Satru. (BC5)

Amlapura, bali bercerita.com – 

Air terjun Jaga Satru menjadi daya tarik pariwisata tersembunyi di gumi lahar, Karangasem. Terletak di Dusun Pateh, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, di kawasan ini juga berdiri patung Dewa Dewa Brahma dalam posisi bersila yang berkilau berwarna kuning keemasan. Patung ini memiliki ketinggian sekitar 31 meter dari area parkir. 

Selain menyuguhkan air terjun yang asri, di tempat ini juga terdapat pangelukatan Sudamala (2 mata air yang saling berhadap-hadapan). Untuk mencapai lokasi ini, Anda harus benar-benar jeli melihat petunjuk arah yang terpasang di jalan Desa Duda Timur. 

Kawasan Air Terjun terletak di Dusun Pateh yang berjarak sekitar 2,5 km dari jalan raya. Akses masuk relatif terbatas dan cukup terjal. Walaupun badan jalan sudah beraspal, namun ada beberapa titik yang mengalami kerusakan karena faktor cuaca dan umur.

Mendekati lokasi, Anda akan bertemu dengan jalan setapak yang dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi jalan masih berupa tanah, namun sudah mengarah ke rabat beton. Dari jarak akses masuk ke kawasan, Anda langsung disambut dengan pemandangan patung Dewa Brahma yang berada menjulang menghadap akses masuk ke air terjun. Parkir kendaraan di kawasan juga cukup luas, sehingga memudahkan Anda bermanuver walaupun masih berupa tanah keras.

Baca Juga:   Menparekraf Dorong Bali Jadi Hub Penerbangan Internasional ke Australia
Patung Dewa Brahma di kawasan Air Terjun Jaga Satru. (BC5)

Bagi Anda yang ingin melihat kemegahan patung Dewa Brahma, cukup menaiki beberapa anak tangga yang berada di dekat area parkir. Lokasi pelataran patung cukup bagus dan asri, dengan kondisi taman yang indah. 

Anda dapat berswafoto atau memotret patung Dewa Brahma tertinggi di Bali, yang notabene menjadi daya tarik lain di tempat ini. Pemandangan dari pedestal patung juga cukup indah, karena berhadapan dengan pemandangan pegunungan dan pantai selatan Bali.

Untuk menuju air terjun Jaga Satru, Anda harus menuruni sekitar 160-an anak tangga. Pada sisi kanan akses masuk, tersedia sebuah bilik yang berisi kotak punia. Artinya, Anda tidak dikenakan tiket masuk, melainkan diharapkan memberikan punia sukarela untuk menyempurnakan penataan dan pengembangan kawasan dan fasilitas lainnya. Disediakan tongkat untuk membantu Anda menuruni atau naik tangga. 

Baca Juga:   Jelang MotoGP, Panduan Penerapan CHSE Mandalika Dirilis

Menariknya, pada kawasan air terjun juga terdapat sebuah pangelukatan Sudamala. Ada 5 buah pancoran yang ada dalam pengelukatan ini. Terdapat sebuah palinggih bagi Anda untuk menghaturkan Banten dan bersembahyang. Sumber mata air (kelebutan) dari pangelukatan itu juga cukup unik, karena terdiri dari 2 buah mata air yang saling berhadapan. Warga mempercayai, malukat di tempat itu akan membuat umur seseorang menjadi lebih panjang. 

Pangelukatan di Jaga Satru. (BC5)

Bagi Anda yang ingin melukat, tentunya anda harus membawa kamben sebagai busana untuk melukat. Tidak ada pantangan khusus bagi pengunjung untuk melukat. Anda harus terbebas dari unsur leteh seperti cuntaka atau haid (datang bulan), serta menjaga perilaku maupun sopan santun saat melukat. Di kawasan pengelukatan juga tidak ada kamar ganti, namun anda dapat melakukan ganti pakaian di salah satu warung yang berada di dekat area parkir.

Baca Juga:   Pura Batu Meringgit, Jejak Pertapaan Raja Shri Jayasunu

Air Terjun Jaga Satru memiliki ketinggian lebih dari 15 meter. Air terjun ini layaknya pancuran besar yang jatuh dari ketinggian, dengan pemandangan hijau di sekelilingnya. Sumber mata air dari air terjun ini berasal dari 3 perpaduan mata air di Duda Timur yaitu mata air Pateh, mata air Ket-ket dan mata air Teben Belong. Kawasan air terjun ini masih sangat alami, dengan pemandangan hijau tanaman tropis di Bali.

Bagi Anda yang merasa lelah sehabis malukat atau berkunjung ke air terjun, Anda dapat beristirahat sejenak di sebuah warung yang ada di dekat area parkir. Warung tersebut cukup sederhana, namun memiliki pemandangan yang indah. Pemandangan warung ini menghadap langsung ke kawasan pegunungan yang seolah menjadi dinding dari perairan selatan Bali dari kejauhan. Udara di tempat ini juga sangat sejuk, sehingga anda akan cukup betah berlama-lama di sana sembari mendengar kicauan burung ataupun hewan khas hutan tropis di sekitarnya. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini