balibercerita.com –
Di balik pesatnya perkembangan Nuanu Creative City sebagai kawasan kreatif baru di Bali, tersimpan komitmen kuat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Salah satu wujudnya terlihat dari pembangunan kembali rumah milik Biang Sayu, warga Desa Bengkel, Kabupaten Tabanan, yang kini dapat menempati hunian yang lebih aman dan layak.
Program kemanusiaan tersebut menjadi bukti bahwa pertumbuhan kawasan tidak hanya diukur dari hadirnya berbagai fasilitas, bisnis, dan aktivitas ekonomi, tetapi juga dari dampak sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebelum pembangunan rumah dilakukan, Nuanu Social Fund (NSF) telah lebih dahulu mendampingi Biang Sayu melalui berbagai bantuan kebutuhan dasar, mulai dari penyediaan bahan pangan, popok dewasa hingga fasilitasi pemeriksaan mata untuk membantu mengatasi gangguan penglihatan akibat katarak.
Dari proses pendampingan itu, tim NSF menemukan bahwa kondisi tempat tinggal Biang Sayu membutuhkan perhatian yang lebih menyeluruh. Berangkat dari kebutuhan tersebut, lahirlah inisiatif pembangunan rumah baru yang lebih aman, nyaman, dan layak huni. “Inisiatif ini bukan hanya tentang membangun sebuah rumah, tetapi tentang memastikan bahwa kebutuhan masyarakat sekitar benar-benar menjadi dasar dari program sosial yang dijalankan,” ujar Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari.
Menurutnya, melalui dialog dan kolaborasi yang berkelanjutan, pihaknya berupaya memahami kebutuhan riil masyarakat sehingga bantuan yang diberikan mampu memberikan manfaat yang tepat sasaran dan bermakna. Program pembangunan rumah Biang Sayu merupakan hasil kolaborasi antara Nuanu Social Fund, Luna Beach Club, dan Pemerintah Desa Bengkel. Kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana pertumbuhan sektor pariwisata dan industri kreatif dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Founder Luna Beach Club, James Ephraims mengatakan bahwa pihaknya memandang partisipasi dalam program tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab bersama terhadap komunitas sekitar. “Sebagai salah satu proyek yang berkontribusi pada Nuanu Social Fund, kami melihat program ini sebagai bagian dari upaya memastikan pertumbuhan kawasan juga memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” katanya.
Hal senada disampaikan perwakilan Luna Beach Club, Elly, yang mengaku bersyukur dapat terlibat langsung dalam program sosial tersebut. “Menjadi bagian dari inisiatif ini merupakan pengalaman yang sangat berarti bagi kami. Kami bersyukur atas kesempatan untuk terhubung dengan masyarakat lokal dan turut berkontribusi bagi komunitas,” ujarnya.
Kepala Desa Bengkel I Nyoman Wahya Biantara menilai pembangunan rumah Biang Sayu menjadi contoh nyata pentingnya sinergi antara sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat. “Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar kebutuhan warga dapat dijawab secara nyata dan tepat sasaran,” tegasnya.
Setelah rampung dibangun, rumah baru Biang Sayu juga telah melalui prosesi melaspas, tradisi penyucian bangunan dalam budaya Bali sebelum ditempati. Upacara tersebut menandai awal kehidupan baru bagi Biang Sayu di hunian yang lebih layak dan nyaman.
Sepanjang tahun 2025, Nuanu Social Fund tercatat telah menyalurkan lebih dari Rp5,6 miliar untuk berbagai program sosial di Bali yang menjangkau lebih dari 14.600 penerima manfaat. Program-program tersebut meliputi pelestarian budaya, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan masyarakat hingga pembangunan infrastruktur komunitas. (BC5)



















