Monsun Australia Menguat, Gelombang Hingga Empat Meter Ancam Pesisir Selatan Bali

0
3
Gelombang Bali
Kawasan Selat Bali. (BC13)

balibercerita.com –
Menguatnya angin timuran atau Monsun Australia pada musim kemarau memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan Bali. Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperingatkan gelombang laut berpotensi mencapai 2,5 hingga 4 meter di perairan selatan Bali pada periode 29 Juni hingga 2 Juli 2026.

Kondisi tersebut diperkirakan berdampak pada kawasan pesisir selatan Bali, mulai dari Jembrana hingga Klungkung, serta meningkatkan risiko bagi aktivitas pelayaran, nelayan, dan wisata bahari.

Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Ariantika menjelaskan, tingginya gelombang dipicu penguatan angin timuran di wilayah perairan selatan Bali yang membentuk swell atau gelombang laut besar menuju kawasan Laut Jawa-Bali. “Penguatan kecepatan angin di perairan selatan Bali membentuk swell atau gelombang laut yang bergerak menuju Laut Jawa-Bali. Fase purnama tidak berdampak secara langsung terhadap tinggi gelombang, tetapi berpengaruh terhadap pasang surut air laut,” ujarnya.

Baca Juga:   Tanah Eks BPPN di Pemecutan Dihibahkan ke Pemkot Denpasar

Berdasarkan prakiraan BBMKG, gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Pulau Bali, dan Selat Lombok bagian selatan. Sementara, gelombang 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan utara Bali, Selat Lombok bagian utara, serta Selat Badung.

Menurut Ariantika, kondisi gelombang di atas 2 meter juga berpotensi terjadi di Selat Badung yang meliputi kawasan perairan Nusa Dua hingga Sanur, Selat Lombok, serta seluruh perairan selatan Bali. “Dampaknya dapat dirasakan di pesisir selatan Kabupaten Jembrana, pesisir selatan Kabupaten Tabanan, pesisir Kabupaten Badung, pesisir Kota Denpasar, pesisir Kabupaten Gianyar hingga pesisir selatan Kabupaten Klungkung,” jelasnya.

Baca Juga:   Perumda Air Minum Tirta Mangutama Catat Kinerja Positif 2025, Pelanggan Tembus 83 Ribu Sambungan

Selain gelombang tinggi, pola angin permukaan di perairan Bali juga terpantau bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4 hingga 20 knot. Di beberapa wilayah perairan utara Bali, kecepatan angin bahkan berpotensi meningkat hingga 25 knot yang dapat memperburuk kondisi laut.

BBMKG mengingatkan kondisi tersebut dapat membahayakan aktivitas pelayaran. Perahu nelayan berisiko mengalami gangguan ketika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara kapal tongkang berisiko saat kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.

Baca Juga:   BRI Genap Berusia 128 Tahun

Karena itu, nelayan, operator kapal wisata, pelaku transportasi laut, hingga masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan dan selalu memperbarui informasi cuaca maritim sebelum berlayar. “Kami mengimbau seluruh pengguna jasa laut agar menyesuaikan aktivitas pelayaran dengan kondisi cuaca yang ada serta terus memantau informasi resmi BMKG guna meminimalkan risiko kecelakaan di laut,” pungkas Ariantika. (BC5)