Bibit Siklon Tropis 93S Mulai Aktif, BMKG Ingatkan Bali, NTB, dan NTT Waspadai Cuaca Ekstrem

0
164
Siklon tropis
Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S dari radar BMKG. (ist)

balibercerita.com –
Aktivitas atmosfer di sekitar Indonesia kembali menunjukkan gejolak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan perkembangan signifikan Bibit Siklon Tropis 93S yang kini terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski sistem cuaca ini bergerak menjauhi Tanah Air, dampak tidak langsungnya tetap dinilai perlu diwaspadai.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa bibit siklon tersebut berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah, terutama Bali, NTB, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pada saat yang sama, kondisi laut di sekitar kawasan juga diproyeksikan memburuk.

Baca Juga:   Jegeg Bagus Lansia Kuta

“Potensi dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat dan gelombang tinggi di perairan harus tetap kita waspadai. Lakukan langkah pencegahan dan pastikan keselamatan menjadi prioritas. Kita tenang, tetapi tetap siaga,” katanya, Kamis (11/12).

Data BMKG menunjukkan kecepatan angin maksimum di area inti 93S mencapai 15 knot (28 km/jam) dengan tekanan minimum 1009 hPa. Awan konvektif di sekitar sistem terpantau belum terorganisir sempurna, sehingga penguatan diprediksi berlangsung lambat dalam 24 jam ke depan.

Baca Juga:   Intensitas Hujan di Bali Meningkat

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto menegaskan bahwa dalam 24 jam bibit siklon akan bergerak perlahan ke barat daya, menjauhi wilayah Indonesia. “Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, intensitasnya mungkin meningkat, tetapi pergerakannya tetap konsisten menjauhi daratan Indonesia,” jelasnya.

Bibit Siklon Tropis 93S pertama kali terdeteksi pada 11 Desember 2025, pukul 07.00 WIB, berada di sekitar 12.0°LS – 117.0°BT, dan langsung masuk dalam Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menekankan pentingnya penyampaian informasi yang akurat kepada masyarakat agar tidak terjadi kepanikan. “Hindari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi. Ketenangan masyarakat adalah kunci kesiapsiagaan kita bersama,” ujarnya.

Baca Juga:   Koperasi Sehat, Ekonomi Masyarakat Kuat

Ia juga mengingatkan masyarakat pesisir, daerah rawan banjir, serta kawasan berisiko longsor untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas pelayaran dan perikanan pun diminta menyesuaikan kondisi gelombang tinggi yang sedang terjadi.

BMKG memastikan akan terus memperbarui perkembangan 93S secara real-time, termasuk peringatan gelombang tinggi, prakiraan harian, dan peringatan dini cuaca ekstrem. (BC5)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini